Harga Minyak Naik Karena Arab Saudi Membahas Pemotongan Pasokan

Oleh Christopher Johnson

LONDON (Reuters) – Harga minyak naik pada Kamis setelah Arab Saudi memulai pembicaraan dengan pelanggan tentang penurunan penjualan minyak mentah untuk mendukung rencana oleh OPEC untuk mengurangi pasokan global.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak berjanji pada bulan November untuk memangkas produksi untuk membantu menopang harga.

Berdasarkan kesepakatan itu, Arab Saudi sepakat untuk memangkas produksi sebesar 486.000 barel per hari (bph), atau 4,61 persen dari output Oktober sebesar 10.544.000 barel per hari.

“Aramco mendekati semua pelanggan untuk memungkinkan pemotongan dari Februari dan mendiskusikan kemungkinan (supply) skenario,” kata satu sumber Reuters. “Tidak ada yang dikonfirmasi belum,” kata sumber itu, menambahkan skenario yang pemotongan dari 3-7 persen.

Investor telah curiga bahwa OPEC tidak dipotong sebanyak seperti yang dijanjikan, tapi beberapa sumber mengatakan kepada Reuters, Kamis eksportir minyak terbesar dunia dimaksudkan untuk mengurangi ekspor untuk mematuhi pemotongan OPEC.

Patokan minyak mentah Brent (LCOc1) naik 45 sen per barel pada $ 56,91 oleh 1225 GMT. minyak mentah AS light (CLc1) naik 40 sen per barel pada $ 53,66. Kedua kontrak naik sekitar 2 persen pada hari Rabu.

“Masih ada tanda tanya apakah OPEC, dengan sejarah panjang non-kepatuhan, benar-benar akan menindaklanjuti (dengan pemotongan). Sangat sedikit responden berharap kepatuhan penuh,” Singapore Exchange (SGX), Kamis, mengutip hasil dari survei dari peserta.

“Tiga-perempat dari mereka yang disurvei pergi untuk (crude) harga rata-rata dalam saat $ 50- $ 60 per barel berbagai (untuk 2017),” tambah SGX.

Analis di AS Bank Goldman Sachs (NYSE: GS) mengatakan bahkan jika OPEC mengurangi produksi seperti yang dijanjikan, ada “hanya harga spot minyak moderat terbalik diberikan respon pasokan diharapkan harga minyak yang lebih tinggi dan produksi baru”.

Bank AS mengatakan pihaknya memperkirakan harga Brent mencapai puncaknya di $ 59 per barel pada pertengahan 2017.

Dalam tanda lain dari kepatuhan dengan pemotongan, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) telah menjadwalkan perawatan di ladang minyak untuk bulan Maret dan April, meskipun itu tidak segera jelas berapa banyak ekspor mungkin jatuh.

Harga minyak juga mendapat dukungan dari American Petroleum Institute (API) laporan yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 7,4 juta barel pekan lalu. data pemerintah AS pada persediaan yang akan diterbitkan pada 11:00 EST (1600 GMT) pada hari Kamis.

Sebuah survei Reuters memperkirakan laporan EIA akan menunjukkan stok minyak mentah AS menurun sekitar 2,2 juta barel dalam pekan sampai 30 Desember.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose