Outlook Forex Mingguan : 06 – 10 Juni 2016

Dolar turun ke posisi terendah tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Jumat setelah laporan pekerjaan AS jauh lebih lemah dari perkiraan untuk Mei membatalkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga jangka pendek dari Federal Reserve.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan-tertimbang dari enam mata uang utama, turun 1,74% pada 93,9 Jumat, level terendah sejak 12 Mei Indeks berakhir seminggu turun 1,54%.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan sebelumnya Jumat bahwa ekonomi AS menambahkan hanya 38.000 pekerjaan bulan lalu, kenaikan terkecil sejak September 2010.

Para ekonom telah memperkirakan bahwa gaji akan meningkat 164.000. jumlah April direvisi turun ke 123.000 dari perkiraan sebelumnya 160.000. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,7% dari 5% pada bulan April karena lebih banyak orang keluar dari angkatan kerja.

Data yang lemah melemparkan keraguan atas prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed dalam beberapa bulan mendatang dan memicu kekhawatiran baru atas perlambatan pertumbuhan global.

Dolar telah naik kuat terhadap mata uang utama lainnya pada Mei setelah Ketua Fed Janet Yellen dan pejabat bank sentral lainnya menunjukkan bahwa ekonomi adalah pada pijakan yang cukup kuat untuk mendukung suku bunga yang lebih tinggi.

tingkat yang lebih tinggi positif untuk dolar karena mereka membuat mata uang AS lebih menarik untuk menghasilkan-mencari investor.

Dolar jatuh lebih dari 2% terhadap yen, dengan USD / JPY turun 2,15% di 106,53 akhir Jumat. Pasangan ini membukukan kerugian mingguan sebesar 3,84%. Euro melompat lebih tinggi, dengan EUR / USD maju 1,91% ke 1,1366, yang terbesar satu hari keuntungan sejak 3 Desember.

Pound juga menguat, dengan GBP / USD naik 0,73% ke 1,4528, namun keuntungan yang diadakan di cek di tengah ketidakpastian atas 23 Juni referendum tentang keanggotaan Uni Eropa Inggris.

Pada minggu ke depan, investor akan mencari untuk pidato Ketua Fed Janet Yellen pada hari Senin untuk tanda-tanda di arah masa depan suku bunga. pengamat pasar juga akan tetap menutup mata pada perkembangan di Inggris Raya menjelang referendum Uni Eropa yang akan datang.

Senin, 6 Juni

Jerman merilis untuk mempublikasikan data pesanan pabrik.

Ketua Fed Janet Yellen berbicara di sebuah acara di Philadelphia.

Selasa, 7 Juni

Reserve Bank of Australia merilis untuk mengumumkan suku bunga acuan dan mempublikasikan pernyataan laju, yang menguraikan kondisi ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan kebijakan moneter.

Swiss National Bank merilis untuk mempublikasikan data cadangan mata uang asing.

Rabu, 8 Juni

Jepang merilis data pada transaksi berjalan serta data revisi pertumbuhan kuartal pertama.

Cina merilis untuk menghasilkan data pada neraca perdagangan.

U.K. merilis data pada manufaktur dan produksi industri.

Kanada merilis untuk melaporkan izin bangunan.

Kamis, 9 Juni

Reserve Bank of New Zealand merilis untuk mengumumkan suku bunga acuan dan mempublikasikan pernyataan kebijakan yang menguraikan kondisi ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan kebijakan moneter. Pengumuman tersebut akan diikuti dengan konferensi pers.

Pasar di China harus tutup karena libur.

Cina merilis untuk mempublikasikan data inflasi.

Presiden ECB Mario Draghi berbicara di sebuah acara di Brussels.

U.K. merilis data pada neraca perdagangan.

AS merilis untuk mempublikasikan laporan mingguan klaim pengangguran.

Jumat, 10 Juni

Pasar di China harus tutup karena libur.

Kanada merilis untuk mempublikasikan laporan kerja bulanan.

AS merilis untuk mengumpulkan minggu dengan data sentimen konsumen.

 

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose