Outlook Forex Mingguan : 7 – 11 Agustus 2017

Dolar AS reli terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada hari Jumat, didukung oleh laporan pekerjaan AS yang kuat untuk bulan Juli dan dikomentari oleh pejabat administrasi Trump tentang reformasi pajak.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada hari Jumat bahwa ekonomi AS menambahkan 15.000 pekerjaan bulan lalu, mengalahkan ekspektasi kenaikan 183.000 dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan per jam meningkat sebesar 9 sen atau 0,3% bulan lalu menjadi $ 26,36 per jam, kenaikan bulanan terbesar sejak Oktober. Upah meningkat sebesar 2,5% pada basis tahun ke tahun, sesuai dengan kenaikan Juni.

Peningkatan pertumbuhan upah menunjukkan bahwa tekanan inflasi menguat. Pasar percaya inflasi yang kuat akan memungkinkan Federal Reserve untuk tetap pada rencana untuk kenaikan suku bunga ketiga tahun ini.

Dolar mendapat dorongan tambahan setelah Gary Cohn, direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, menghidupkan kembali harapan untuk reformasi pajak dalam sebuah wawancara di Bloomberg TV.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan enam mata uang utama, naik 0,72% pada 93,37 akhir Jumat. Untuk minggu ini indeks menguat 0,33%, kenaikan persentase mingguan pertama dalam empat minggu.

Dolar telah mendapat tekanan dalam beberapa bulan terakhir di tengah keraguan apakah Fed akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini dan mengurangi ekspektasi akan reformasi pajak dan stimulus fiskal di bawah administrasi Trump.

Euro jatuh terhadap dolar, dengan EUR / USD turun 0,83% menjadi 1,1770, dari level tertinggi dua setengah tahun di 1,1909 pada hari Rabu. Dolar menguat terhadap yen, dengan USD / JPY bertahan di 110,69, naik 0,6% untuk hari setelah naik setinggi 111,04 sebelumnya.

Sterling juga melemah terhadap dolar, dengan GBP / USD turun 0,73% menjadi 1,3042. Dalam minggu depan, investor akan melihat ke depan untuk angka inflasi AS hari Jumat untuk mengukur apakah ekonomi cukup kuat bagi Fed untuk tetap mengikuti jalur pengetatan yang direncanakan. Penampilan sejumlah pembicara Fed juga akan menjadi sorotan.

Senin 7 Agustus

Selandia Baru akan merilis data ekspektasi inflasi.

Swiss mempublikasikan data inflasi.

Inggris akan menghasilkan laporan industri mengenai inflasi harga rumah.

Pasar keuangan di Kanada harus ditutup untuk liburan.

Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari dan Presiden Fed New York William Dudley keduanya karena berbicara.

Selasa, 8 Agustus

Australia akan merilis sebuah laporan tentang kepercayaan bisnis.

China mempublikasikan figur perdagangan terbarunya.

Rabu 9 Agustus

China akan merilis data inflasi.

Kanada akan melaporkan izin mendirikan bangunan.

AS merilis untuk melaporkan produktivitas nonfarm dan biaya tenaga kerja.

Kamis, 10 Agustus

Reserve Bank of New Zealand akan mengumumkan suku bunga acuan dan menerbitkan pernyataan tingkat yang menguraikan kondisi ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan kebijakan moneter. Pengumuman tersebut harus diikuti oleh sebuah konferensi pers.

Inggris akan melaporkan produksi dan perdagangan manufaktur.

Kanada mempublikasikan data inflasi harga rumah baru.

AS akan merilis laporan tentang klaim pengangguran awal dan harga produsen.

Presiden Fed New York William Dudley berbicara tentang ketidaksetaraan upah di wilayahnya.

Jumat, 11 Agustus

Pasar keuangan di Jepang tetap ditutup untuk liburan.

Presiden Fed Dallas Rob Kaplan dan kepala Fed Minneapolis Neel Kashkari akan berbicara dan AS akan mengumpulkan minggu ini dengan data yang akan diawasi ketat mengenai inflasi harga konsumen.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose