Outlook Forex Mingguan : 10 – 14 April 2017

Dolar naik terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada hari Jumat, mengabaikan data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan karena investor tetap fokus pada rencana Federal Reserve untuk mengetatkan kebijakan moneter.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan-tertimbang dari enam mata uang utama, naik 0,47% ke 101,08, paling sejak 15 Maret Jumat.

Indeks naik 0,9% untuk minggu ini, kenaikan mingguan kedua berturut-turut nya. Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada hari Jumat bahwa ekonomi AS menambahkan hanya 98.000 pekerjaan bulan lalu, paling sedikit sejak Mei lalu dan jauh di bawah perkiraan untuk pertumbuhan pekerjaan dari 180.000.

Suhu yang lebih rendah dan badai musim dingin menyumbang perlambatan dalam perekrutan. Tingkat pengangguran semakin berkurang ke level terendah 10 tahun dari 4,5%, menunjuk kekuatan yang mendasari di pasar tenaga kerja.

Dolar awalnya dijual setelah rilis data tenaga kerja lebih lemah dari yang diantisipasi sebelum mendapatkan kembali tanah.

Dolar tetap didukung setelah Presiden Fed New York William Dudley mengatakan Jumat bahwa rencana untuk memangkas neraca Fed akhir tahun ini akan mendorong hanya “sedikit jeda” dalam rencana kenaikan suku bunga nya.

Permintaan untuk dolar juga didukung oleh beberapa permintaan safe haven di tengah AS serangan rudal di sebuah pangkalan udara Suriah.

Haven yen safe, yang awalnya diperoleh di belakang serangan Suriah lebih rendah Jumat, dengan USD / JPY naik 0,26% di 111,09.

Euro melemah terhadap dolar, dengan EUR / USD turun 0,5% di 1,0590. Sterling juga melemah, dengan GBP / USD jatuh 0,82% ke 1,2366 setelah data menunjukkan bahwa UK output industri tak terduga jatuh pada bulan Februari.

Laporan lain menunjukkan bahwa perdagangan Inggris memukul terluas sejak September 2016 pada bulan Februari, menambah kekhawatiran atas prospek ekonomi sebagai headwinds ekonomi dari Brexit menjemput.

Pada minggu ke depan, investor akan mengamati pidato Senin oleh Ketua Fed Janet Yellen isyarat segar pada waktu kenaikan suku bunga AS berikutnya dan berencana untuk memangkas neraca bank.

Pedagang juga akan melihat ke depan untuk data yang AS pada penjualan ritel dan inflasi menjelang akhir pekan Paskah panjang Jumat.

Senin, 10 Apr

Ketua Fed Janet Yellen berbicara di Universitas Michigan.

Selasa, 11 Apr

Australia merilis data sektor swasta pada kepercayaan bisnis.

U.K. merilis untuk melepaskan apa yang akan menjadi laporan diawasi ketat pada inflasi harga konsumen.

ZEW Institute merilis melaporkan sentimen ekonomi Jerman.

Rabu, 12 Apr

Cina merilis angka inflasi konsumen dan produsen harga.

Inggris merilis laporan kerja bulanan.

Bank of Canada merilis untuk mengumumkan suku bunga acuan dan mempublikasikan pernyataan kebijakan menguraikan kondisi ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan kebijakan. Pengumuman tersebut akan diikuti dengan konferensi pers.

Kamis, 13 Apr

Australia merilis untuk menghasilkan laporan kerja bulanan.

Cina merilis untuk mempublikasikan angka perdagangan.

Kanada merilis untuk melaporkan penjualan manufaktur dan inflasi harga rumah baru.

AS merilis untuk melepaskan laporan inflasi harga produsen, klaim pengangguran dan sentimen konsumen.

Jumat, 14 Apr

Pasar keuangan di Australia, Selandia Baru, Eropa dan Kanada akan ditutup untuk libur Jumat Agung.

AS merilis untuk mengumpulkan minggu dengan data inflasi harga konsumen dan penjualan ritel.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose