Perbedaan Trading Forex Dan CFD

Investasi sekuritas di jaman modern seperti saat ini semakin diminati seperti misalnya trading forex dan CFD atau contract for difference. Sepintas kedua produk investasi ini memang tampak mirip. Hal ini karena kedua instrumen tersebut sama-sama melibatkan proses eksekusi trading yang serupa, yaitu platform trading dengan harga dan grafik yang sama serta cost of trading berupa spread. Kedua produk investasi ini pun diperdagangkan secara over the counter atau OTC.

Tetapi jika diteliti lagi sesungguhnya terdapat beberapa perbedaan yang cukup signifikan antara trading forex dan CFD. Yang menjadi pembeda antara kedua jenis trading ini adalah pada aspek layanan trading dan jenis produk, faktor yang berdampak pada pasar trading, serta faktor alasan para investor dalam pemilihan kedua jenis produk investasi ini. Sebelum mengulas lebih detail akan perbedaan kedua jenis instrumen investasi ini, sebaiknya kita bahan satu demi satu terlebih dahulu apa itu yang dimaksud dengan CFD dan forex.

Apa itu CFD ?

Secara umum dapat dijelaskan bahwa CFD adalah kontrak derivatif yang pada dasarnya merupakan instrumen keuangan seperti obligasi, saham, atau sekuritas serta instrumen derivative lainnya misalnya komoditas, indeks saham, atau kontrak future. Kontrak CFD ini adalah kesepatakan antara dua belah pihak untuk membayarkan selisih antara nilai jual dan beli. Pembeli membayar kepada penjual jika harga mengalami penurunan.

Inilah sebabnya CFD memungkinkan investor untuk memperoleh profit lebih tinggi dari pertumbuhan atau pun juga pada peristiwa penurunan instrumen yang mendasari kontrak. Klien juga dimungkinkan untuk melakukan transaksi mulai dari 0.1 kontrak pertukaran karena investasi ini mempunyai ambang input rendah dengan ketentuan margin yang kecil. Inilah beberapa peluang keuntungan dalam melakukan investasi CFD ini.

  1. Apabila terjadi kenaikan atau penurunan bursa saham, penggunaan CFD atas saham perorangan/sendiri atau CFD pada bursa saham berjangka.
  2. Apabila terjadi perubahan harga global atas produk yang terpopuler, menggunakan CFD pada bursa berjangka komoditi.
  3. Apabila terjadi penurunan atau kenaikan pada bursa obligasi, menggunakan CFD futures pada bursa obligasi serta tingkat suku bunga antar bank.
  4. investor dapat menerapkan strategi yang lebih canggih dengan memanfaatkan kombinasi beberapa alat.

Apa itu forex?

Forex atau foreign exchange trading adalah istilah yang sering digunakan untuk transaksi valas atau valuta asing. Definisi forex adalah aktifitas membeli dan menjual mata uang asing dan trader mendapat keuntungan dari selisih harga mata uang tersebut. Tak seperti pasar-pasar konvensional lainnya, kegiatan pada pasar forex ini aktif selam 24 jam dan 5 kali dalam seminggu. Bila dihitung harian trading forex mempunyai nilai sekitar US$ 1.5 triliun. Amerika serikat mempunyai rata-rata obligasi pasar Treasury sebesar US$ 3 triliun per harinya sementara perputaran pasar bursa saham adalah US$ 100 miliar.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasar forex adalah pasar dengan perputaran uang terbesar di antara yang lainnya. Sementara mata uang yang paling banyak diperdagangkan adalah Dollar AS dan Euro atau pasangan mata uang Yen Jepang dan Dollar AS. Hampir seluruh transaksi forex menggunakan mata uang – mata uang utama dunia seperti Euro, Dollar AS, Yen Jepang, Dollar Kanada, Dollar Australia, Swiss Franc, serta British Pound. Berbeda dengan bursa produk keuangan lainnya pertukaran forex sebagaimana di New York Stock Exchange bisnis forex tak mempunyai lokasi pusat secara fisik. Pembukaan bursa forex akan dimulai di Sydney Australia, lalu berpindah ke Tokyo Jepang, London, dan terakhir adalah New York.

Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, transaksi trading forex dapat dilakukan dengan semakin praktis dengan sarana internet atau trading forex online. Selain itu untuk memulai investasi ini juga tak dibutuhkan modal yang terlalu besar lagi. Pada umumnya kegiatan pada pasar forex berasal dari trader mata uang yang berupaya untuk memperoleh profit dari pergerakan kecil pada pasar forex.

Kembali pada tema sebelumnya, berikut ini adalah detail perbedaan antara instrumen forex dan instrumen CFD.

1. Produk dan layanan trading

Pada trading forex secara spesifik berkonsentrasi pada transaksi mata uang asing atau valas. Teknik trading forex memperhitungkan selisih pasangan mata uang yang ditransaksikan.

CFD, sementara itu menyediakan produk dan layanan trading dengan lebih beragam berupa kontrak derivatif dari beberapa produk investasi keuangan seperti logam, komoditas energi, saham, indeks, ekuitas, dan juga forex. Dengan demikian investor dapat dengan bebas memilih kontrak atau trading dengan berbagai valuta asing serta nilai kenaikan atau increment value sesuai dengan wilayah negara tempat aset-aset trading CFD tersebut berasal.

2. Faktor yang berdampak kepada pasar

Dalam melakukan trading forex atau pun CFD terdapat perubahan kondisi pasar yang terjadi karena beberapahal. Faktor-faktor yang membawa pengaruh tersebut memiliki perbedaan antara trading CFD dan forex.

Pada trading forex faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya fluktuasi adalah peristiwa global atau situasi tertentu. Transaksi yang berhubungan dengan kurs mata uang asing ini pada umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor produksi ekonomi negara terkait yang bertrading forex, yaitu kondisi politik serta keamanan internasional, kerusuhan atau konflik, bencana alam, tata kelola sumber daya alam dan tata kelola sumber daya manusia.

Sementara pada trading CFD hal-hal yang berdampak pada bursa trading secara lebih pasti menuju pada keadaan permintaan serta penawaran komoditi atau bisa pula perubahan trend dari sektor bisnis komoditi yang ditransaksikan melalui kontrak CFD. Contoh hal-hal yang berpengaruh pada trading CFD misalnya adalah fluktuasi obligas serta bursa saham. Selain itu ada pula faktor perubahan harga internasional untuk komoditi atau produk yang permintaannya paling tinggi.

3. Alasan trading para investor

Perbedaan yang ketiga trading forex dan CFD adalah alasan investor dalam pemilihan instrumen trading ini. Pada umumnya investor memilih trading forex karena beberapa alasan seperti misalnya bertujuan spekulasi atau hedging. Tetapi alasan yang paling utama adalah demi aktivitas investasi serta transaksi internasional.

Transaksi valuta asing ini dilakukan tak hanya oleh bank sentral atau investor institusional tetapi juga oleh para investor perorangan atau spekulator ritel. Valas sesungguhnya juga ditransaksikan pada pasar CFD tetapi pada umumnya lebih banyak diperdagangkan broker forex dan bank. Dalam memilih kontrak forex pada umumnya para trader ritel atau investor kecil ini memilih unit mikro atau mini.

Alasan berikutnya bagi para investor yang bertransaksi CFD adalah karena minat mereka akan hedging atau spekulasi finansial. CFD dieksekusi dengan perpindahan dana dari tangan ke tangan tetapi yang bersangkutan tak mempunyai hak kepemilikan atas aset pokok tersebut. Posisi trading yang berkaitan dengan CFD adalah short positions dan long positions dan dapat dibuka berdasarkan sentimen aset dari seorang trader. Mengapa investor CFD mempunyai tujuan hedging adalah untuk melindungi nilai investasi ekuitas serta komoditasnya menggunakan kontrak tersebut. Alasan lain yang mungkin dimiliki investor adalah spekulasi karena ingin bertransaksi saham dari mancanegara dengan modal terbatas.

Inilah beberapa faktor yang membedakan trading forex dan CFD. Semoga perbedaan kedua instrumen investasi tersebut sekarang menjadi lebih jelas bagi Anda.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose