Outlook Mingguan FOREX : 17 – 21 Juli 2017

Dolar jatuh ke level terendah sejak Oktober terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada hari Jumat setelah data inflasi dan penjualan ritel AS yang lemah menambah keraguan mengenai rencana Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lagi tahun ini.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan enam mata uang utama, turun 0,69% menjadi 94,9 akhir Jumat, palung terendah sejak 5 Oktober. Inflasi harga konsumen AS melambat menjadi 1,6% di bulan Juni dari 1,9% di bulan Mei, kata Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat.

Belanja konsumen juga lebih lemah dari perkiraan, dengan penjualan ritel turun 0,2% di bulan Juni, dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 0,1%.

The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan Juni dan berpegang pada perkiraan untuk kenaikan satu tingkat lagi tahun ini namun prospek inflasi yang lesu telah menimbulkan pertanyaan mengenai apakah pejabat akan dapat mengikuti jalur pengetatan yang direncanakan.

Dalam kesaksian di hadapan Kongres pada hari Rabu, Ketua Fed Janet Yellen mengatakan bahwa ekonomi berada pada pijakan yang cukup kuat bagi the Fed untuk menaikkan suku bunga dan mulai mengurangi portofolio obligasinya yang besar.

Namun dia juga menegaskan bahwa inflasi di bawah target dan mencatat bahwa ini adalah “ketidakpastian” tertentu yang dapat mempengaruhi kebijakan moneter.

Dolar melemah terhadap yen, dengan USD / JPY turun 0,65% pada 112,53 akhir Jumat, setelah jatuh ke level terendah dua minggu di 112,28 sebelumnya.

Euro menguat, dengan EUR / USD naik 0,62% menjadi 1,1469, mendekati level tertinggi 14 bulan di 1,1488 yang ditetapkan pada hari Rabu. Sterling juga lebih tinggi, dengan GBP / USD naik 1,24% pada 1,3099 setelah mencapai 1,3114 sebelumnya, tertinggi sejak September 2016.

Dolar Australia melonjak ke level tertinggi hampir 15 bulan, dengan AUD / USD melompat 1,28% menjadi 0,7829 dalam risiko-on perdagangan karena pasar saham global mencapai rekor tertinggi. Dolar Selandia Baru juga lebih tinggi, dengan NZD / USD menambahkan 0,33% diperdagangkan pada 0,7346.

Dalam minggu depan, investor akan mengalihkan perhatian mereka pada hasil pertemuan Bank Sentral Eropa hari Kamis untuk petunjuk baru mengenai kapan bank sentral akan beralih dari kebijakannya yang sangat mudah.

Data Senin mengenai pertumbuhan kuartal kedua China juga akan diawasi ketat bersamaan dengan data inflasi yang keluar dari Inggris.

Senin 17 Juli

Pasar keuangan di Jepang akan ditutup untuk liburan.

China akan merilis data produk domestik bruto, produksi industri dan investasi bisnis.

Zona euro akan merilis data yang direvisi mengenai inflasi konsumen.

Kanada akan melaporkan pembelian surat berharga asing.

AS akan merilis data aktivitas manufaktur di wilayah New York.

Selasa, 18 Juli

Selandia Baru akan merilis data inflasi.

Reserve Bank of Australia akan mempublikasikan risalah rapat kebijakan moneter terbaru.

Inggris akan merilis angka inflasi terbarunya.

ZEW Institute akan melaporkan sentimen ekonomi Jerman.

AS akan melaporkan harga impor.

Gubernur Bank of England Mark Carney akan berbicara di sebuah acara di Hampshire.

Rabu 19 Juli

Kanada akan merilis data penjualan manufaktur.

AS merilis untuk menghasilkan laporan tentang izin mendirikan bangunan dan mulai perumahan.

Kamis, 20 Juli

Australia akan merilis laporan ketenagakerjaan terbaru serta data sektor swasta mengenai kepercayaan bisnis.

Bank of Japan akan mengumumkan suku bunga acuan dan menerbitkan pernyataan tingkat yang menguraikan kondisi ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan kebijakan moneter. Pengumuman tersebut harus diikuti oleh sebuah konferensi pers.

Inggris melaporkan penjualan eceran.

ECB akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya dan Presiden Mario Drahi akan mengadakan konferensi pers.

AS akan mempublikasikan data tentang klaim pengangguran awal dan aktivitas manufaktur di wilayah Philadelphia.

Jumat 21 Juli

Inggris akan melaporkan pinjaman bersih sektor publik.

Kanada akan mengumpulkan data inflasi dan penjualan ritel.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose