Tips Belajar Saham Secara Mudah

Setiap orang pasti ingin meraih kejayaan dengan kekayaan. Cara pencapaian kekayaan bisa dengan fokus pada karir pekerjaan, menjadi seorang ahli dan profesional, menjadi wirausahawan mandiri hingga menjadi investor saham. Sebagian besar orang menganggap saham adalah tempat investasi dengan risiko yang besar. Oleh karenanya apabila seseorang ingin menjadi trader saham, maka ia harus belajar saham. Seseorang bisa belajar saham dengan mudah, asalkan mau dan ulet mempelajarinya.

Belajar Saham: Mengapa Diperlukan?

Belajar Trading Saham Dengan MudahSebagian besar orang mau belajar saham  karena dianggap lebih menguntungkan dibanding Forex. Selain itu, nilai saham dianggap lebih nyata dibanding dengan Forex. Namun perlu diketahui, tingginya keuntungan selalu dibayangi oleh high risk. Keuntungan selalu bisa diraih asalkan mengetahui poin penting dalam investasi saham

Ekonomi Indonesia yang tumbuh secara signifikan ternyata mampu menaikkan IHSG sehingga membuka peluang untuk masuknya para investor baru. Para investor baru kini kebanyakan berusia 25 hingga 35 tahun. Rentang usia yang produktif menjadikan mereka dapat belajar saham dengan mudah walaupun kadang mereka menentukan permainan trading hanya melakukan running trade, berdasarkan rumor dan cenderung agresif. Faktor inilah yang menjadi pemicu setidaknya hanya lima persen saja kaum muda yang sukses dalam jual beli saham, karena mempunyai pembawaan yang tidak agresif, memiliki kontrol terhadap diri yang bagus, disiplin, sabar dan cerdas dalam manajemen portofolio.

Tentunya setiap orang, tidak hanya kaum muda saja, ingin ambil bagian dalam 5 persen orang yangsukses dalam trading saham. Oleh karenanya, seseorang harus belajar saham agar sukses melakukan trading saham. Berikut cara belajar saham dengan mudah .

Tips memulai investasi saham

Sebelum memutuskan untuk menentukan mana saham yang harus dibeli, maka harus ditanyakan dulu kepada diri sendiri, mengapa saya harus membeli saham perusahaan tersebut. Yang pasti selain diperkirakan saham akan memberikan banyak keuntungan, tentunya  harus dapat menjawab pertanyaanmengapa saham di tempat itu berpotensi memiliki grafik yang meningkat sehingga seseorang harus membelinya. Pastikan alasan harus yang tepat dan kuat  hingga seseorang yakin mempertaruhkan hasil jerih payahnya untuk perdagangan saham.

Berikut adalah beberapa tips awal yang perlu diketahui seorang pemula di bidang investasi saham:

  • Jangan menggunakan modal besar di tahap awal

Sebelum memutuskan untuk membeli saham sebaiknya pikirkan faktor high risk, apalagi untuk seorang pemula. Oleh karena itu sangat disarankan bagi pemula untuk membeli saham dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Tahap ini adalah tahap pembelajaran agar seseorang dapat belajar saham. Saat tahap pembelajaran ini, usia produktif akan dapat belajar saham dengan mudah dibanding usia mapan. Apabila tahap pembelajaran sudah tergolong sukses dan mampu meraih keuntungan, maka modal pembelian saham bisa ditambah lagi

  • Pilih saham yang benar-benar qualified

Baik trader pemula atau pelaku lama sebelum melakukan trading hendaknya benar-benar mengetahui seluk beluk perusahaan. Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain mengenai jenis usaha, seberapa produknya dapat diterima oleh pasar, jumlah hutang yang harus dibayar, manajemen yang transparan dan seberapa besarkah perusahaan tersebut dikenal publik.

Saham yang recommended adalah saham blue chip,karena ketika bursa saham mengalami koreksi, maka saham blue chip akan terkoreksi. Sebaliknya, bila bursa saham mulai pulih, maka blue chip akan lebih dulu bergerak naik dibanding saham yang lain. Hal ini harus diperhatikan bagi pemula yang baru belajar saham. Selain itu yang harus diperhatikan lagi adalah ketepatan waktu untuk melakukan open dan close position.

Sebaiknya seorang trader jangan pernah tertarik pada saham kacangan yang pergerakan naik turun saham tidak jelas apa sebabnya. Asalkan ulet dan sabar maka seseorang akan belajar saham dengan mudah dan seiring dengan waktu akan menjadi mahir.

  • Terjun dengan orientasi jangka panjang

Orientasi jangka pendek dalam jual beli saham menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Namun harus dicatat bahwa keuntungan yang besar pasti di belakangnya akan ada sebuah risiko yang besar pula, karena bursa saham bergerak sangat fluktuatif. Jika ingin lebih amansebaiknya fokus kepada jual beli saham jangka panjang. Jika ingin keuntungan yang besar maka pilih yang berorientasi jangka panjang.

Semakin lama jangka waktu, seseorang akan belajar saham dan mengetahui faktor-faktor penyebab untung dan rugi. Apabila rugi segera perbaiki hal-hal yang menyebabkan kerugian dan pelajari agar kerugian yang terjadi bisa seminimal mungkin. Selanjutnya apabila saham menghasilkan untung, pelajari grafik pergerakan saham yang menguntungkan, karena saham yang menguntungkan biasanya memiliki pola grafik tertentu.

  • Diversifikasi jenis saham

Hal lain yang perlu dipelajari seorang investor saham pemula saat belajar saham adalah diversifikasi investasi. Apabila memungkinkan beli beberapa saham dari berbagai perusahaan, tidak hanya satu. Apabila yang satu mengalami kerugian, maka masih ada saham yang lain yang belum tentu akan rugi juga, bisa saja satunya malah mengalami kenaikan. Intinya pada istilah trading adalah don’t put all your eggs in one basket.

  • Belajar saham harus belajar analisis

Setiap orang perlu belajar untuk membuat keputusan dalam jual beli saham. Umumnya ada dua metode analisis yang biasa dilakukan yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental.

  • Kerjakan analisis dan teliti portofolio dalam jangka waktu tertentu

Setiap jangka waktu tertentu, setiap 3 bulan, 6 bulan atau sekali dalam setahun dilakukan analisa. Selain itu juga perlu dilakukan review terhadap sebuah portofolio. Dengan dilakukannya kedua hal tersebut, maka setiap pola pergerakan saham dapat dilihat apakah memiliki kinerja yang cukup bagus ataukah cenderung mengecewakan. Apabila saham memiliki kinerja yang cukup bagus maka bisa dilanjutkan. Namun apabila kinerja saham cenderung mengecewakan, maka dapat dilakukan penjualan dan menggantinya dengan kinerja saham yang lebih baik.

Belajar Manajemen Resiko Investasi Saham

Jika ingin bermain aman dalam sebuah trading saham, maka risiko yang diambil dalam satu posisi saham tidak boleh lebih dari 2% modal. Sebagai ilustrasi yang mudah, apabila seseorang meiliki modal seratus juta rupiah, maka risiko yang diambil tidak boleh lebih dari 2% artinya 2 persen dari seratus juta rupiah adalah dua juta rupiah. Iini berarti risiko tertinggi jual beli dalam satu posisi saham perusahaan adalah dua juta rupiah dari nilai modal seratus juta rupiah. Apabila seseorang mengambil saham dari tiga posisi perusahaan, maka risikonya adalah tiga kali 2%, yaitu tingkat risiko hanya 6%.

Ini merupakan bagian dari manajemen modal. Dibutuhkan kesabaran, kesulitan dan membuang sikap agresif dalam memainkan modal yang ditanam.Seseorang yang mengalami kerugian atau loss hendaknya selalu mereview sistem yang dia jalankan sembari menunggu waktu di  bulan berikutnya untuk mulai melakukan transaksi kembali

Di atas adalah tips belajar saham dengan mudah. Tips di atas akan menguntungkan apabila dijalankan dengan penuh kesabaran, keuletan dan kedisiplinan. Kunci selalu belajar dan selalu melakukan riset terhadap pola pergerakan saham akan membuahkan hasil yang menguntungkan. Berinvestasi di saham sebaiknya untuk orientasi jangka panjang, karena dalam perjalanannya memerlukan berbagai analisa dan review.

Artikel Terkait Seputar Belajar Trading Saham :

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose