Outlook Mingguan USD / JPY : 20 – 24 April 2015

Dolar jatuh terhadap yen untuk sesi keenam berturut-turut pada hari Jumat setelah data menunjukkan sebuah uptick dalam harga konsumen AS gagal mengimbangi kekhawatiran bahwa tanda-tanda baru-baru ini kelemahan ekonomi bisa mendorong keterlambatan dalam kenaikan suku bunga.

USD / JPY mencapai tiga minggu terendah 118,57 dan berakhir pada 118,93 akhir Jumat. Pasangan ini berakhir pekan turun 1,06%. Dolar mengabaikan data pada hari Jumat menunjukkan bahwa harga konsumen AS yang lebih tinggi untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Maret.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa indeks harga konsumen naik 0,2% bulan lalu, pencocokan kenaikan serupa pada bulan Februari. Pada basis tahun ke tahun, harga konsumen turun 0,1% pada Maret, setelah tetap datar di bulan Februari. Harga konsumen inti, yang mengecualikan biaya makanan dan energi meningkat 0,2% pada bulan Maret untuk peningkatan tahunan sebesar 1,8%, terbesar sejak Oktober.

Laporan itu muncul setelah data awal pekan ini menunjukkan bahwa penjualan ritel AS untuk bulan Maret datang di bawah ekspektasi. Laporan lain, menunjukkan penurunan lebih besar dari perkiraan dalam produksi industri bulan lalu menunjuk perlambatan pertumbuhan pada kuartal pertama. String data yang lemah ditambahkan ke pandangan bahwa Federal Reserve bisa mendorong kembali menaikan suku bunga sampai akhir 2015 dari pertengahan tahun.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan-tertimbang dari enam mata uang utama, terakhir turun ke 97,62 akhir Jumat. Indeks berakhir seminggu turun 1,9%. Di tempat lain, yen melemah terhadap euro, yang didorong oleh keuntungan terhadap dolar lembut, dengan EUR / JPY naik 0,28% menjadi 128,43 pada penutupan.

Mata uang tunggal menguat meskipun kekhawatiran bahwa Athena tidak lebih dekat untuk mencapai kesepakatan mengenai reformasi ekonomi untuk dana talangan dengan kreditur, memicu kekhawatiran bahwa Yunani bisa dipaksa keluar dari zona euro.

Pada minggu ke depan, investor akan melihat ke depan untuk laporan pada sektor perumahan AS dan data pesanan barang tahan lama untuk indikasi lebih lanjut tentang kekuatan pemulihan. Data perdagangan dari Jepang juga akan diawasi ketat.

Rabu, 22 April

Jepang merilis untuk mempublikasikan data neraca perdagangan.

Kemudian di hari itu, AS akan merilis data penjualan rumah yang ada.

Kamis, 23 April

AS melaporkan klaim pengangguran awal dan penjualan rumah baru.

Jumat, 24 April

AS merilis untuk mengumpulkan minggu dengan laporan pesanan barang tahan lama

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose