Tips Menemukan Cara Analisa Forex yang Akurat

analisa forex yang akuratBerkecimpung di dunia forex, mau tidak mau kita harus mengasah intuisi bagaimana cara analisa forex yang akurat. Sudah tentu diketahui para trader bahwa dalam menekuni dunia trader, yang harus dilakukan adalah membaca analisa pergerakan forex dari papan chart yang ada. Papan chart yang pergerakannya mirip dengan denyut nadi ketika berada di monitor pengontrol detak jantung itu, tidak hanya dibiarkan saja. Perlu ada analisa kapan trader harus buy atau sell. Jika salah analisa bisa saja modal besar yang didapatkan hilang dalam sekejap. Itulah uniknya dunia forex yang bisa mendatangkan keuntungan besar dalam beberapa detik, tapi juga bisa menghilangkan modal besar dalam beberapa detik pula. Maka dari itu agar bisa terus bertahan dalam bermain di dunia forex, ilmu analisa forex yang akurat haruslah dikuasai.

Namanya juga analisa, pasti perlu pembelajaran terlebih dahulu dan jangan heran jika ada yang namanya kegagalan. Karena seorang trader yang sudah berpenghasilan besar pastinya sudah mengalami yang namanya cobaan. Jadi jatuh bangun dalam mencapai kesuksesan haruslah dilalui. Salah satu cobaan itu adalah menemukan cara mudah membaca analisa forex dengan tepat dan akurat. Karena sekarang sudah banyak trader yang sudah menjadi seorang master, maka mereka memiliki beberapa pengalaman dalam mengasah intuisi membaca analisa pergerakan forex ini. Dan beruntunglah bagi para pemula yang baru memulai berkecimpung di dunia trader karena para master forex mau membagikan tips cara analisa forex yang akurat. Apa saja tips itu? Mari kita simak ulasannya di bawah ini.

Tips Trik Cara Analisa Forex yang Akurat

Pertanyaaan bagaimana mengetahui cara analisan forex yang akurat sering kali dilontarkan oleh para pemula. Oleh karena itu untuk membuat para pemula bisa belajar lebih cepat, di bawah ini ada beberapa cara yang bisa dipahami dengan seksama. Yang perlu digaris bawahi adalah masalah analisa forex tidak bisa seratus persen benar. Karena manusia bukanlah Tuhan, jadi semuanya bisa saja meleset. Yang bisa manusia lakukan hanyalah berusaha untuk mendekati kesempurnaan analisa itu. Dalam melakukan proses analisa agar bisa mendekati sempurna atau akurat, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Beberapa faktor itu adalah kondisi market dan kondisi indikator. Membahas yang pertama yaitu kondisi market, ada 4 jenis kondisi market yang sering terjadi. Keempat kondisi market ini memerlukan cara analisa tersendiri sehingga satu cara tidak bisa digunakan dalam beberapa kondisi market. Selain faktor market pemilihan indikator yang tepat juga harus diperhatikan. Pemilihan indikator yang tepat akan membuat analisa semakin mendekati akurat.

Kondisi Swing

Kondisi swing atau bisa disebut dengan sayap terjadi ketika pergerakan market terjadi pergolakan bolak-balik tapi mendatar. Karena pergerakan yang beregejolak itu akhirnya membuat sebuah lorong. Lorong itu terbagi menjadi dua yaitu lorong bagian atas dan lorong bagian bawah. Di bagian atas disebut dengan area support dan bagian bawah disebut dengan area resistance. Ketika kondisi ini terjadi para trader bisa melakukan cara yang disebut dedngan scalping yang mana trader harus menjual atau sell ketika berada di aera resistance dan membeli atau buy ketika berada di area support. Arah pergerakan selanjutnya tetap bisa diprediksi dengan memperhatikan posisi pergerakannya. Jika pergerakan market berada di sekitar area resistance, kemungkinan besar arah pergerakan selanjutnya akan menurun. Jika sudah bisa membaca arah pergerakan market, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan mencari entri point yang berada di dua area resistance dan support. Untuk mempermudah penggambarannya, proses analisa bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut. Yang pertama buat garis resistance dan support. Lalu letakkan indikator stochastic oscillator yang nantinya akan memberikan tanda kepada trader untuk menyiapkan diri masuk ke pasar modal. Dan yang terakhir adalah proses entry point dilakukan pada saat crossing stocastick atau pada stocatic memberikan petunjuk oversold dan candlestick memberikan bentuk reversal.

Kondisi Break

Kondisi break atau biasa disebut dengan volatile ini terjadi ketika pergerakan market baru saja menembus pembatas sehingga menghancurkannya. Karena fenomena itu maka tenaga market sangatlah kuat. karena kekuatan market yang berlipat ganda itu jangan heran jika pergerakannya berjalan dengan sangat cepat. Ketika berada dalam situasi ini, maka arah market selanjutnya sudah bisa ditebak. Jika candle melakukan break dan yang dihasilkan adalah bearish, arah market ke depan akan turun. Sedangkan jika candle melakukan break dan yang dihasilkan adalah bullish, arah market ke depan akan naik.

Dari membaca arah market di atas bisa disimpulkan bahwa analisa yang akan dilakukan lebih fokus ke bagaimana mencari titik yang tepat untuk masuk ke pasar. Dengan begitu indikator yang paling pas untuk melakukan hal ini adalah dengan cara volume dan bolinger band. Analisa yang bisa dilakukan terdiri dari 3 cara yaitu: memasang Bollinger dengan tujuan mengetahui volatilitas market. Indikator volume yang digunakan sebagai alat untuk melihat tenaga break. Dan yang terakhir entry point terjadi ketika open candle tercipta setelahnya. Open candle itu megakibatkan Bollinger band anak membuka dengan lebar dan dibarengi dengan volume candle yang akan melakukan break dengan tenaga lebih besar dari open candle sebelumnya.

Kondisi Jenuh

Sama seperti namanya yaitu jenuh atau membosankan, kondisi ini terjadi ketika market seakan tidak bisa bergerak lagi. Yang bisa terjadi ketika itu hanya ada dua yaitu balik arah atau market. Ketika hal ini terjadi, trader bisa menggunakan indikator oscillator seperti stochaltick, money flow index ataupun RSI. Ketika kondisi jenuh sedang terjadi, arah marketnya akan turun jika terjadi overbought. Sebaliknya arah market akan naik ketika terjadi oversold. Analisa yang bisa dilakukan dalam keadaan ini adalah dengan fokus menentukan entry point yang akan memberikan petunjuk kalau market akan berbalik arah. Langkah-langkah analisa yang bisa dilakukan adalah dengan cara memasang indikator money flow index. Kemudian menempatkan indikator stochastic oscillator. Dan yang terakhir entry point terjadi ketika nilai MFI bernilai 100 atau 0 dan stocahstik bernilai atas 80 atau di bawah 20.

Kondisi Chaos

Kodisi chaos terjadi ketika arah market yang yang bergejolak sehingga arahnya menjadi tak menentu. Gejolak arah market yang tidak menentu ini pastinya akan membuat prediksi lebih sulit lagi. Akan tetapi ketika kondisi ini terjadi para trader masih bisa melakukan prediksi jika terjadi konvergen. Syarat bisa melakukan prediksi hanya jika terjadi konvergen saja. Sedangkan indikator yang bisa digunakan ketika hal ini terjadi adalah dengan menggunakan MFI, RSI, stachstic, MACD atau William % range. Karena hanya bisa melakukan prediksi ketika konvergen terjadi, maka fokus analisanya bertumpu pada pencarian kondisi konvergen. Setelah itu baru menentukan entry point-nya. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menentukan indikator yang bisa menggunakan stochastic atau yang lainnya. Kemudian memperhatikan apa itu kondisi konvergen. Kondisi konvergen terjadi ketika grafik berada di posisi rendah tapi indikatornya lebih tinggi atau sebaliknya. Dan yang terakhir entry point terjadi ketika open candle terbentuk setelah convergen. Itulah beberapa cara analisa forex yang akurat yang bisa dicoba sendiri.

Artikel Seputar Analisa Forex Akurat

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose