Aussie Jatuh Di Asia Karena Sejumlah Bank Sentral Melukiskan Gambaran Suram Untuk Inflasi Upah

INV – Aussie jatuh di Asia pada hari Selasa karena sejumlah bank sentral melukiskan gambaran suram untuk inflasi upah.

AUD / USD diperdagangkan di 0,7539, turun 0,15%, sementara USD / JPY berpindah tangan di 112,56, turun 0,05%. EUR / USD diperdagangkan di 1.1738, naik 0,04%.

Di Australia, risalah rapat RBA menunjukkan bank sentral mengamati dengan seksama pasar tenaga kerja di negara-negara ekonomi utama lainnya, mencatat tekanan upah yang sedikit meskipun ada pekerjaan penuh tercapai.

Dalam risalah rapat kebijakan 7 November, yang dipublikasikan pada hari Selasa, dewan RBA mencatat bahwa di sebagian besar negara maju, pertumbuhan upah dan pendapatan per jam rendah, meskipun terjadi pengurangan kapasitas cadangan secara terus-menerus.

“Mereka membahas kemungkinan bahwa globalisasi dan teknologi memimpin pertumbuhan upah agar tidak terlalu responsif terhadap perubahan permintaan tenaga kerja, yang dapat berlanjut untuk sementara waktu,” kata notulen tersebut.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan enam mata uang utama, turun 0,05% menjadi 93,95.

Semalam, dolar menguat tajam terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Senin, diuntungkan oleh kemerosotan di tengah-tengah meningkatnya ketidakpastian politik di Jerman setelah Kanselir Angela Merkel gagal membentuk koalisi tiga arah.

Ketidakpastian politik melanda Jerman pada hari Senin, dengan mempertimbangkan euro, setelah perundingan untuk membentuk pemerintah berikutnya di negara tersebut ambruk dalam semalam, menimbulkan pertanyaan tentang posisi kepemimpinan Angela Merkel di masa depan.

Kemerosotan dalam euro mendorong dolar ke level tertinggi hampir satu minggu terhadap rival-rivalnya namun keuntungan ditutup oleh kenaikan di sterling di tengah kesengsaraan Brexit.

GBP / USD naik pada laporan bahwa pemerintah Inggris ditetapkan untuk membuat Uni Eropa tawaran yang lebih baik untuk penyelesaian perceraian keuangan akhir.

Laporan tersebut memicu harapan investor bahwa proses Brexit akhirnya dapat berlanjut ke isu-isu yang lebih mendesak seperti persyaratan perdagangan masa depan karena perselisihan antara Inggris dan UE mengenai RUU perceraian Uni Eropa disebut-sebut sebagai salah satu faktor utama yang berkontribusi pada kebuntuan baru-baru ini di Negosiasi brexit.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose