Outlook FOREX Mingguan : 22 – 26 Januari 2018

INV – Dolar naik tipis pada Jumat malam, namun mengakhiri pekan ini di level terendah tiga tahun terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya karena kekhawatiran akan prospek pemadaman pemerintah AS membebani.

Dolar menguat di tengah harapan bahwa pertemuan antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer akan menghasilkan solusi menit terakhir untuk menghindari penutupan.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan enam mata uang utama, naik tipis 0,2% menjadi 90,49 akhir Jumat. Ini menyentuh level terendah 89,96 sebelumnya, level terlemah sejak Desember 2014. Untuk minggu ini, indeks turun 0,4% dan telah turun 1,46% sejauh 2017.

Dolar telah ditekan lebih rendah dengan pandangan bahwa pemulihan ekonomi global akan melampaui pertumbuhan AS dan meminta bank sentral utama lainnya, termasuk Bank Sentral Eropa untuk mulai melepaskan kebijakan moneter longgar dengan kecepatan yang lebih cepat.

Euro turun, dengan EUR / USD tergelincir 0,12% menjadi 1,2223, bertahan di bawah level tertinggi tiga tahun di hari Rabu di 1,2322 menjelang pertemuan ECB yang akan datang.

Euro telah menguat secara luas sejak risalah rapat Desember ECB yang dipublikasikan pada 11 Januari menggarisbawahi harapan bahwa para pembuat kebijakan bersiap untuk meruntuhkan program stimulus pembelian obligasi mereka tahun ini.

Mata uang tunggal telah menguat 1,88% terhadap greenback sepanjang tahun ini.

Dolar melemah terhadap yen, dengan USD / JPY turun 0,36% menjadi 110,69, mendekati posisi terendah empat bulan di hari Rabu di 110,18.

Sebuah tweak oleh Bank of Japan untuk program pembelian obligasi awal bulan ini memicu spekulasi tentang pullback dalam skema stimulus moneternya akhir tahun ini. Sementara itu, sterling tergelincir terhadap dolar pada hari Jumat karena angka penjualan ritel Inggris yang lemah mendung prospek ekonomi.

GBP / USD turun 0,28% menjadi 1,3857, setelah naik setinggi 1,3944 semalam, level tertinggi sejak pemungutan suara Inggris untuk keluar dari Uni Eropa pada Juni 2016. Dalam pekan depan, investor akan fokus pada hasil pertemuan kebijakan moneter oleh ECB dan BoJ.

Pengamat pasar akan melihat ke depan untuk data pertumbuhan kuartal keempat baik dari AS dan Inggris. Data inflasi Kanada juga akan menjadi fokus setelah kenaikan suku bunga minggu lalu oleh bank sentral negara tersebut.

Forum Ekonomi Dunia di Davos dan pembicaraan mengenai Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara juga akan diawasi ketat untuk perkembangan.

Senin, 22 Januari

Kanada melaporkan penjualan grosir.

Selasa, 23 Januari

Bank of Japan akan mengumumkan suku bunga acuan dan menerbitkan pernyataan tingkat yang menguraikan kondisi ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan kebijakan moneter. Pengumuman tersebut harus diikuti oleh sebuah konferensi pers.

Inggris akan merilis data tentang pinjaman sektor publik.

ZEW Institute akan melaporkan sentimen ekonomi Jerman.

Hari pertama pertemuan Forum Ekonomi Dunia dijadwalkan berlangsung di Davos, Swiss.

Rabu 24 Januari

Zona euro akan merilis data aktivitas sektor manufaktur dan jasa.

Inggris mempublikasikan laporan pekerjaan bulanannya.

AS akan melaporkan penjualan rumah yang ada.

Kamis 25 Januari

Selandia Baru akan melaporkan inflasi harga konsumen.

Ifo Institute akan merilis data tentang iklim usaha Jerman.

Hari pertama pertemuan Forum Ekonomi Dunia dijadwalkan berlangsung di Davos, Swiss.

ECB akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya. Pengumuman tersebut harus diikuti oleh sebuah konferensi pers dengan Presiden Mario Draghi.

Kanada akan merilis data penjualan eceran.

AS merilis untuk menghasilkan laporan tentang klaim pengangguran dan penjualan rumah baru.

Jumat, 26 Januari

Pasar keuangan di Australia akan ditutup untuk liburan Hari Australia.

Inggris akan merilis data awal pertumbuhan ekonomi kuartal keempat.

Kanada akan merilis data inflasi yang akan diawasi ketat.

AS akan mengumpulkan data awal pada pertumbuhan ekonomi kuartal keempat, serta laporan pesanan barang tahan lama.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose