Yen Naik Tajam Atas Uji Coba Nuklir Di Laut Korea Utara

Yen menguat tajam di Asia pada hari Jumat karena investor mereka mencerna laporan yang mengkhawatirkan bahwa Korea Utara dapat menguji senjata nuklir di atas Samudera Pasifik dengan perhatian lain tertuju pada pidato kebijakan mengenai Brexit di kemudian hari.

Menteri Korea Utara Ri Yong Ho mengatakan pada hari Jumat bahwa dia yakin Korut dapat mempertimbangkan uji coba bom hidrogen di Samudera Pasifik dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan.

Ri berbicara dengan wartawan di New York ketika ditanya apakah maksud pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ketika dia mengancam dalam sebuah pernyataan sebelumnya mengenai “tingkat tertinggi penanggulangan garis keras dalam sejarah” melawan Amerika Serikat. Korea Utara dapat mempertimbangkan uji coba bom hidrogen, kata Ri, meskipun dia tidak mengetahui pemikiran pasti Kim, lapor Yonhap.

USD / JPY berpindah tangan di 112,02, turun 0,40%, sementara AUD / USD diperdagangkan di 0,7933, naik 0,03%. GBP / USD terakhir dikutip turun 0,02% menjadi 1,3579.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan enam mata uang utama, turun 0,12% menjadi 91,86. Semalam, sterling menambah kenaikan sebelumnya terhadap greenback naik karena pelaku pasar melihat ke depan sebuah pidato kunci dari Perdana Menteri Inggris Theresa May pada Brexit yang dijadwalkan pada hari Jumat.

Dolar jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama karena rally pasca-Fed memudar meski ada duo laporan ekonomi yang menunjukkan aktivitas manufaktur dan pasar tenaga kerja melampaui ekspektasi.

Laporan manufaktur bullish mengalahkan perkiraan untuk pembacaan 18 di tengah ekspektasi para ekonom bahwa gangguan akibat Badai Harvey akan mengurangi manufaktur nasional.

The Fed Philadelphia mengatakan Kamis indeks manufaktur naik ke pembacaan 23,8, tertinggi tiga bulan, dari 18,9 di bulan Agustus.

Sementara itu, klaim pengangguran awal turun 23.000 menjadi 259.000 pada pekan yang berakhir 16 September, mengalahkan perkiraan penurunan 18.000, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Kamis.

Sesi negatif untuk greenback terjadi sehari setelah membuat kenaikan kuat menyusul pernyataan Federal Reserve yang agak hawkish yang memicu ekspektasi kenaikan suku bunga akhir tahun.

“Titik petak”, bagian dari Ringkasan FOMC mengenai Proyeksi Ekonomi, mengindikasikan bahwa bank sentral melihat tingkat kenaikan antara 1.25% dan 1,5% pada akhir 2017. Dengan suku bunga stabil pada 1-1,25%, poin tersebut mengarah ke satu kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Kerugian di greenback terbatas, bagaimanapun, karena yen melemah setelah keputusan semalam Bank of Japan untuk membiarkan suku bunga tidak berubah.

 

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose