Keuntungan Yen Di Awal Asia Pada Permintaan Safe Haven

Yen menguat pada hari Rabu di awal Asia karena investor mencari aset safe-haven dalam ekonomi global suram.

USD / JPY berpindah tangan pada 111,86, turun 0,21%, sementara AUD / USD diperdagangkan pada 0,7196, turun 0,12%. Di Jepang, indeks harga jasa perusahaan naik 0,2% dibandingkan dengan gain yang diharapkan dari 0,3%.

Australia melaporkan angka kuartal keempat untuk pekerjaan konstruksi dilakukan, terlihat turun 2,0% kuartal ke kuartal, dan indeks harga upah yang diharapkan naik 0,6% kuartal ke kuartal. Indeks dolar AS, yang mengukur greenbacks kekuatan terhadap sekeranjang perdagangan-tertimbang dari enam mata uang utama, stabil di 97,39 ,.

Semalam, dolar hampir tidak berubah terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa setelah rilis laporan ekonomi AS campuran dan karena harga minyak turun lebih lanjut.

National Association of Pengecer mengatakan bahwa penjualan rumah yang ada naik 0,4% pada bulan Januari untuk 5,47 juta unit dari 5,45 juta unit pada bulan Desember. Para analis telah memperkirakan penjualan rumah yang ada jatuh 2,9% ke 5,32 juta unit bulan lalu.

Secara terpisah, AS Conference Board mengatakan indeks kepercayaan konsumen jatuh ke level terendah tujuh bulan 92,2 bulan ini dari pembacaan 97,8 pada Januari, yang angka direvisi dari yang dilaporkan sebelumnya 98,1. Analis memperkirakan indeks jatuh ke 97,0 pada bulan Februari.

Sementara itu, harga minyak mendorong lebih rendah menyusul komentar bearish dari menteri minyak Iran Bijan Zanganeh, yang disebut kesepakatan keluaran freeze pekan lalu antara Arab Saudi dan Rusia “konyol”.

Usulan minggu lalu oleh Arab Saudi, Rusia, Venezuela dan Qatar untuk produsen minyak untuk membekukan output pada tingkat Januari menempatkan “tuntutan yang tidak realistis” terhadap Iran, Zanganeh mengatakan menurut kantor berita Iran Shana.

Di Bank of Laporan Inflasi dengar pendapat Inggris pada Selasa, Gubernur BoE Mark Carney mengatakan bahwa bank sentral akan memperlakukan Brexit seperti peristiwa politik lainnya.
Sementara itu, Swiss National Bank Thomas Jordan memperingatkan tidak bisa mengambil “tak berujung” langkah-langkah untuk memudahkan kebijakan moneter.

Jordan juga mencatat bahwa bank sentral harus terus menerus menilai dampak kebijakan moneter mereka, yang dapat melemahkan dari waktu ke waktu. Pernyataan itu dipandang sebagai indikasi bahwa SNB akan menahan diri dari membuat pemotongan lebih lanjut untuk suku bunga.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose