Outlook Mingguan USD / JPY : 24 – 28 November 2014

Dolar berakhir hari lebih rendah terhadap yen pada hari Jumat setelah menteri keuangan Jepang menyuarakan kekhawatiran atas pelemahan yen di tengah kekhawatiran atas dampaknya terhadap rencana untuk menghidupkan kembali pertumbuhan.

Yen menguat setelah Menteri Keuangan Jepang Taro Aso menyuarakan kekhawatiran atas pelemahan yen, mengatakan kecepatan penurunan baru-baru mata uang terhadap dolar adalah “terlalu cepat.”

USD / JPY turun 0,33% menjadi 117,77 pada akhir perdagangan, setelah jatuh ke posisi terendah dari 117,36 segera setelah pernyataan. Pada hari Kamis pasangan naik ke tertinggi dari 118,96, tertinggi sejak Agustus 2007.

Yen telah melemah secara luas sejak Bank of Japan secara tak terduga memperluas program stimulus akhir bulan lalu. Sebaliknya Federal Reserve akhirnya program pembelian aset bulan lalu diperkirakan akan mulai menaikkan suku sekitar September 2015.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe membubarkan parlemen pada hari Jumat, membuka jalan bagi pemilihan umum yang akan diselenggarakan pada tanggal 15 Desember. Keputusan itu muncul setelah data awal pekan ini menunjukkan bahwa Jepang tak terduga jatuh ke dalam resesi pada kuartal ketiga, dengan kontrak ekonomi oleh tahunan 1,6%, menyusul penurunan 7,3% pada kuartal sebelumnya.

Perdana menteri juga telah mengumumkan rencana untuk menunda kenaikan pajak penjualan yang direncanakan karena berlangsung Oktober mendatang setelah kenaikan pada bulan April tahun ini berperan dalam terjun Jepang ke dalam resesi.

Di tempat lain, euro turun tajam terhadap yen pada hari Jumat setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengindikasikan bahwa itu bergerak lebih dekat ke pelonggaran kuantitatif

EUR / JPY turun 1,52% menjadi 145,97 pada akhir perdagangan. Penurunan euro terjadi setelah Draghi memperingatkan bahwa ekspektasi inflasi yang menurun ke tingkat yang sangat rendah dan mengatakan ECB siap untuk memperluas program stimulus untuk meningkatkan inflasi dan ekspektasi inflasi secepat mungkin Tingkat tahunan inflasi di zona euro adalah 0,4% pada bulan Oktober, jauh di bawah target ECB yang mendekati tapi hanya di bawah 2%.

Pada minggu ke depan, AS akan merilis serangkaian laporan ekonomi pada hari Rabu menjelang libur Thanksgiving, Kamis, termasuk data klaim pengangguran dan pesanan barang tahan lama. Pidato hari Selasa oleh Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda juga akan diawasi ketat.

Senin, 24 November

Pasar di Jepang tetap tertutup untuk hari libur nasional.

Selasa, 25 November

BoJ merilis untuk mempublikasikan risalah pertemuan kebijakan terbaru, yang mengandung wawasan berharga kondisi ekonomi dari perspektif bank.

Kemudian pada hari itu, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda berbicara dan komentarnya akan diawasi ketat.

AS merilis data revisi produk domestik bruto kuartal ketiga dan laporan kepercayaan konsumen.

Rabu, 26 November

AS merilis untuk melepaskan sebuah kebingungan data menjelang libur Kamis, termasuk laporan pesanan barang tahan lama, klaim pengangguran, pendapatan pribadi dan pengeluaran, serta laporan penjualan rumah baru dan tertunda dan data direvisi pada sentimen konsumen.

Kamis, 27 November

Pasar di AS tetap tertutup untuk liburan Thanksgiving.

Jumat, 28 November

Jepang merilis untuk menghasilkan laporan inflasi, pengeluaran rumah tangga, penjualan ritel dan data awal pada produksi industri.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose