Outlook Mingguan Emas Berjangka : 25 – 29 April 2016

Harga emas jatuh pada hari Jumat karena dolar yang lebih kuat dan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebelumnya menekan logam mulia yang lebih rendah. Emas untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Mercantile Exchange menetap di $ 1,235.0 per troy ounce, turun 1,22%. Logam mulia berakhir pekan turun 0,31%.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan-tertimbang dari enam mata uang utama, naik 0,52% ke 95,11. Dolar yang lebih kuat cenderung membebani emas, yang didenominasi dalam mata uang AS dan menjadi lebih mahal bagi banyak pembeli ketika dolar naik.

Spekulasi bahwa Fed bisa menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan juga menekan emas setelah data pada hari Kamis menunjukkan bahwa klaim pengangguran AS turun ke level terendah dalam 43 tahun pekan lalu.

suku bunga yang lebih rendah cenderung untuk membantu emas, karena logam membayar pemegang nya tidak ada, tetapi berjuang untuk bersaing dengan investasi yield-bearing saat suku bunga naik.

harga emas membukukan keuntungan kuartalan terkuat mereka dalam 30 tahun pada kuartal pertama 2016 karena kekhawatiran pertumbuhan global dan kegelisahan investor tentang kebijakan negatif-suku bunga di Jepang dan Eropa didukung selera investor untuk emas batangan.

Keuntungan emas ini telah melambat sejak itu tapi logam mulia masih naik hampir 17% untuk tahun hingga saat ini.

Pada minggu ke depan, investor juga akan fokus pada hasil pertemuan Fed Rabu untuk petunjuk pada jalan kenaikan suku bunga di masa depan. data awal Kamis pada pertumbuhan ekonomi AS kuartal pertama juga akan menjadi fokus.

Senin, 25 April

Pasar di Australia akan tetap ditutup untuk hari libur Anzac.

Ifo Institute for Economic Research merilis data iklim bisnis Jerman.

AS merilis data penjualan rumah baru.

Selasa, 26 April

AS merilis data pesanan barang tahan lama dan laporan sektor swasta pada kepercayaan konsumen.

Gubernur Bank of Canada Stephen Poloz berbicara di sebuah acara di New York.

Rabu, 27 April

Selandia Baru merilis data pada neraca perdagangan.

Australia merilis untuk melaporkan inflasi harga konsumen.

U.K. merilis untuk melepaskan pembacaan pertama kuartal pertama produk domestik bruto.

Federal Reserve mengumumkan suku bunga acuan dan mempublikasikan pernyataan laju.

Kamis, 28 April

Reserve Bank of New Zealand merilis untuk mengumumkan suku bunga acuan dan mempublikasikan pernyataan laju, yang menguraikan kondisi ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan kebijakan moneter.

Bank of Japan akan mengadakan peninjauan kebijakan moneter berikutnya. Tingkat Pengumuman ini akan diikuti dengan konferensi pers.

Jepang juga merilis data pengeluaran rumah tangga, inflasi, penjualan ritel dan pengangguran.

Di kawasan euro, Jerman dan Spanyol adalah untuk merilis data awal pada inflasi, serta laporan pengangguran.

AS merilis untuk mempublikasikan estimasi awal dari pertumbuhan ekonomi kuartal pertama dan laporan mingguan klaim pengangguran awal.

Jumat, 29 April

Pasar di Jepang akan ditutup untuk hari libur nasional.

Australia merilis untuk melaporkan inflasi harga produsen.

Zona euro merilis untuk mempublikasikan laporan awal pada inflasi konsumen dan pertumbuhan kuartal pertama.

Jerman merilis untuk melaporkan penjualan ritel.

Ketua Bank Nasional Swiss Thomas Jordan untuk berbicara di sebuah acara di Bern.

Kanada merilis untuk mempublikasikan laporan bulanan pada PDB.

AS merilis untuk mengumpulkan minggu dengan laporan pengeluaran pribadi dan data direvisi pada sentimen konsumen.

 

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose