Pilihan Investasi Saat Inflasi Tinggi

pilihan investasi yang menguntungkan saat inflasi tinggi

investasi yang aman

Inflasi adalah kondisi yang menakutkan pada perekonomian global dan domestik karena mengakibatkan menyusutnya nilai uang sehingga aset yang kita miliki juga turut mengalami penurunan. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memilih investasi yang baik demi melindungi kekayaan kita dari ancaman inflasi. Sesuai catatan pada biro pusat statistik, di tanah air kita rata-rata majemuk inflasi sepanjang 10 tahun terakhir ini mencapai 7.4% per tahunnya, dan dalam 5 tahun terakhir ini adalah sebesar 5.4% setiap tahunnya.

Mengontrol inflasi

Inflasi yang dapat dikendalikan akan baik bagi pertumbuhan, tetapi inflasi yang tak terkontrol akan membawa dampak buruk tak hanya bagi masyarakat karena akan menggerus daya beli, tetapi juga buruk bagi pemerintah karena akan mengikis kepercayaan masyarakat secara politis. Karena itulah dibutuhkan pengelolaan yang ideal antara tingkat inflasi dengan pertumbuhan ekonomi.

Pada sisi otoritas keuangan dan pemerintah pada umumnya diberlakukan beberapa kebijakan yang berfungsi untuk mengontrol inflasi. Misalnya adalah peningkatan suku bunga BI dari 6.5% menjadi 7.25% yang merupakan wujud upaya pengendalian inflasi yang terjadi karena pengurangan subsidi BBM, serta melemahnya rupiah karena keadaan ekonomi makro di tanah air. Upaya ini akan terus dilakukan bila inflasi tak juga membaik.

Nilai tukar rupiah yang stabil dan tak berfluktuasi dengan tajam akan memudahkan para pelaku usaha, investor pada sektor riil serta portofolio, dan masyarakat dalam mengantisipasi resiko dalam berinvestasi dan berusaha. Inilah sebabnya pasar merespon positif akan kebijakan BI tersebut. Dengan kebijakan ini diharapkan akan dicanangkan kebijakan jangka panjang atau menengah yang akan menjadi solusi paling baik pada sektor fiskal atau riil, serta moneter.

Program yang akan dapat menurunkan ketergantungan masyarakat akan impor adalah dengan memperkuat pertumbuhan industri barang modal, barang konsumsi, manufaktur, serta produk agrikultur domestik. Hal ini dapat direalisasikan dengan efisiensi jalur distribusi, perbaikan dalam tata kelola masyarakat, percepatan perizinan, dan insentif juga subsidi yang lebih tepat sasaran.

Pada segi investor portofolio, kenaikan suku bunga dalam jangka pendek sesungguhnya bisa membawa akibat buruk pada harga obligasi serta saham-saham yang peka terhadap tingkat suku bunga sebagaimana produk investasi keuangan serta properti. Dengan demikian investor harus mempertimbangkan kembali prediksi dalam pertumbuhan ekonomi serta perkiraan imbal hasil untuk setiap jenis investasi. Terakhir perlu pula diadakan upaya untuk menggodok ulang alokasi aset demi mengantisipasi peningkatan inflasi.

Jenis investasi pada masa inflasi

Tabungan di Bank

Jenis investasi yang satu ini hanya sesuai untuk tujuan likuiditas jangka pendek karena nilai bunganya yang rendah dan tak cocok untuk mengantisipasi inflasi. Tabungan juga kurang sesuai untuk investasi dengan tujuan jangka panjang.

Deposito

Bila Anda menginginkan produk investasi untuk tujuan jangka pendek dengan return yang lebih besar daripada tabungan, maka depositolah solusinya. Meskipun demikian deposito tetap tak dapat menanggulangi inflasi walaupun keunggulannya adalah resikonya yang minimal. Bila tingkat bunga deposito tengah meningkat, Anda bisa mengikuti program investasi ini dalam jangka pendek (1-3 bulan). Tetapi bila kondisi suku bunga bank mengalami penurunan maka Anda bisa memilih deposito dengan tenor panjang.

Emas

Inilah jenis produk investasi yang banyak diminati untuk melawan inflasi karena karakter emas yang tetap dan mampu mengunci nilai aset investor. Menyimpan kekayaan dalam bentuk emas adalah langkah yang bijaksana karena dalam 5 tahun terakhir ini saja investasi emas telah mengalami peningkatan nilai hingga sebesar 18% per tahunnya. Tetapi karena investasi ini berbentuk fisik, Anda juga harus mempertimbangkan tempat penyimpanannya.

Obligasi

Selain emas, Anda bisa memilih investasi obligasi karena mempunyai potensi untuk melebihi nilai inflasi. Selain itu investasi obligasi juga sesuai untuk memenuhi tujuan jangka panjang Anda. Imbal balik investasi ini rata-rata adalah berkisar 10% setiap tahunnya dalam 5 tahun terakhir ini. Bila ingin memulai investasi ini Anda bisa menyediakan dana mulai dari 5 juta rupiah pada obligasi ritel Indonesia.

ReksaDana Campuran
Investasi reksa dana campuran dapat menjadi alternatif pilihan untuk tujuan investasi jangka menengah hingga panjang serta untuk tipe investor moderat. Return rata-rata investasiini adalah sekitar 15% lebih tinggi dibanding inflasi sesuai dengan catatan pada 5 tahun terakhir ini. Dengan demikian investasi ini sesuai untuk tujuan serta pembiayaan jangka panjang. Reksadana campuran juga tergolong cukup terjangkau karena investor bisa memulai investasi dengan modal mulai 250 ribu rupiah serta dikelola oleh manajer investasi. Investasi ini cukup likuid atau dapat diperjual belikan kapan saja.

Reksa dana saham
Reksa dana saham adalah investasi yang sesuai dengan tujuan jangka panjang serta cocok bagi investor berkarakter agresif yang bertujuan mengakumulasi aset. Return rata-rata investasi ini selama 5 tahun terakhir ini rata-rata mencapai 28% yang jauh di atas inflasi. Sama dengan investasi reksa dana obligasi, reksa dana saham ini juga dapat dimulai dengan modal yang terjangkau.

Reksa dana obligasi
Bila Anda menginginkan investasi dengan tujuan jangka menengah, maka reksa dana obligasi dapat menjadi pilihan karena salah satu keunggulannya juga melebihi nilai inflasi di Indonesia. Kelebihan lain dari investasi ini adalah dikelola oleh manajer investasi, dan modal awal yang terjangkau.

Saham
Untuk investasi saham tepat menjadi pilihan untuk tujuan jangka panjang serta ditekuni oleh investor berkarakter agresif dan berniat untuk menimbun aset. Untuk return rata-rata IHSG pada 5 tahun terakhir ini adalah sekitar 26% dan angka ini berada di atas inflasi. Anda direkomendasikan untuk memilih investasi ini bagi tujuan jangka panjang serta pembiayaan jangka panjang. Anda harus menyediakan modal awal bernilai 10 hingga 50 juta tergantung dari broker saham mitra Anda. investasi ini dikelola sendiri oleh investor sehingga Anda sebaiknya mempelajari terlebih dahulu trik-trik suksesnya agar mencapai kesuksesan dalam investasi saham.

Properti
Investasi yang satu ini cocok menjadi pilihan Anda bila Anda menginginkan tujuan jangka menengah sampai panjang untuk investasi Anda. Properti juga dapat menjadi salah satu bentuk perlindungan nilai terhadap inflasi karena potensi return yang lebih tinggi, sesuai dengan lokasi. Sayangnya modal awal yang dibutuhkan untuk investasi ini memang besar dan itu belum termasuk ongkos pemeliharaan, PBB tahunan, serta pajak penjualannya.

Selain jenis investasi yang telah diulas di atas, Anda juga bisa memilih ragam investasi lainnya. Tetapi jangan lupa bahwa Anda harus mengerti jenis aset ini, cara mengelolanya, resiko investasi, serta peluang imbal hasilnya. Cermati pula cara terbaik untuk menjual jenis investasi pilihan Anda tersebut hingga exit strategi dari jenis investasi itu. Jangan sampai memilih investasi yang gampang dibeli tetapi sulit untuk dijual. Nah, semoga ulasan tentang inflasi di tanah air sekaligus jenis investasi untuk menanggulanginya ini dapat meningkatkan wawasan Anda.Selamat berinvestasi!

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose