Outlook Mingguan Emas / Perak / Tembaga Berjangka : 26 – 30 Juni 2017

Harga emas naik ke level tertinggi satu minggu pada hari Jumat, didorong oleh melemahnya dolar yang jatuh di tengah kekhawatiran terus-menerus mengenai prospek kenaikan suku bunga AS tahun ini.

Emas untuk pengiriman Agustus ditutup naik 0,71% pada $ 1,258.31 di divisi Comex New York Mercantile Exchange, setelah naik setinggi $ 1.260,00 sebelumnya.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang perdagangan enam mata uang utama, turun 0,37% pada 96,98 akhir Jumat, membukukan penurunan satu hari terbesar dalam tiga minggu.

Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard mengatakan pada hari Jumat bahwa Fed harus menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk melihat bagaimana ekonomi berjalan.

“Data inflasi baru-baru ini mengejutkan sisi negatifnya dan mempertanyakan gagasan bahwa inflasi AS dapat diandalkan kembali ke sasaran,” katanya. “The Fed bisa menunggu dan melihat bagaimana ekonomi berkembang sebelum melakukan penyesuaian lebih lanjut.”

Pada pertemuannya minggu sebelumnya, Fed tetap mempertahankan proyeksi kenaikan satu tahun lagi meskipun data inflasi lemah belakangan ini.

Dolar telah meningkat pada awal pekan ini didorong oleh komentar Presiden Fed New York William Dudley, yang mengatakan bahwa pasar tenaga kerja yang ketat akan mendorong kenaikan upah dan menyebabkan inflasi berbalik dari kemunduran saat ini.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun, futures emas, yang didenominasi dalam mata uang A.S., akan meningkat.

Emas juga sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga, yang mengangkat biaya kesempatan untuk menahan aset yang tidak menghasilkan seperti bullion, sekaligus meningkatkan dolar.

Di tempat lain dalam perdagangan logam mulia, perak naik 1,13 %% menjadi $ 16,69 per troy ounce Jumat malam. Sementara itu, tembaga naik 1% menjadi $ 2,624 per pon, platinum naik 0,9% menjadi $ 929,25 dan paladium turun 3,1% menjadi $ 853,23 per ounce.

Dalam minggu depan, investor akan secara ketat mengamati ucapan Ketua Fed Janet Yellen pada hari Selasa untuk indikasi baru mengenai kenaikan suku bunga lebih lanjut dan sinyal pada rencana untuk memangkas neraca Fed.

Pengamat pasar juga akan menunggu data inflasi zona euro Jumat dan pidato oleh kepala bank sentral di forum ECB mengenai perbankan sentral di Portugal.

Senin, 26 Juni

Institut Ifo akan melaporkan iklim bisnis Jerman.

AS akan merilis data pesanan barang tahan lama.

Presiden ECB Mario Draghi akan membuka forum tahunan ECB mengenai perbankan sentral di Portugal.

Selasa, 27 Juni

Presiden ECB Mario Draghi akan berbicara di Portugal.

Bank of England akan menerbitkan laporan stabilitas keuangan dua tahunan dan Gubernur Mark Carney mengadakan konferensi pers.

AS akan menerbitkan laporan tentang kepercayaan konsumen.

Ketua Fed Janet Yellen akan berbicara di sebuah acara di London.

Rabu, 28 Juni

Kepala ECB, BoE, Bank of Japan dan Bank of Canada akan berbicara di forum perbankan sentral ECB di Portugal.

AS akan merilis angka penjualan rumah yang tertunda.

Kamis, 29 Juni

Selandia Baru merilis untuk melaporkan kepercayaan bisnis.

Jerman akan mempublikasikan data awal inflasi.

AS akan merilis data yang direvisi pada pertumbuhan kuartal pertama dan laporan klaim pengangguran awal.

Jumat, 30 Juni

China akan merilis data tentang aktivitas sektor manufaktur dan jasa.

Jerman akan melaporkan penjualan eceran.

Inggris mempublikasikan data rekening giro dan juga revisi angka pertumbuhan kuartal pertama.

Zona euro akan mempublikasikan data awal inflasi.

Kanada merilis untuk menghasilkan data bulanan mengenai pertumbuhan ekonomi.

AS merilis mengumpulkan laporan dengan pengeluaran pribadi dan merevisi data tentang sentimen konsumen.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose