NYMEX, Keuntungan Brent Di Sesi Asia Dengan Data API

Harga minyak mentah diadakan keuntungan di Asia pada Selasa dengan data industri pada stok AS karena di kemudian hari dan pasar menonton proses politik yang panjang ditarik diharapkan di Inggris Raya sebelum jadwal Brexit menjadi jelas.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk Agustus naik 1,34% menjadi $ 46,95 per barel. Di Intercontinental Exchange (ICE), minyak mentah Brent naik 1,21% ke $ 48,35 per barel.

Semalam, minyak mentah berjangka AS merosot ke dekat enam posisi terendah minggu pada hari Senin, karena dolar luas kuat menekan harga minyak dunia sedangkan Gelombang dari Brexit referendum bersejarah pekan lalu terus dirasakan di seluruh dunia.

Meskipun cukup dua hari sell-off, minyak mentah berjangka AS masih naik lebih dari 65% dari tingkat pada pertengahan Februari ketika mereka meluncur ke level terendah 13-tahun di $ 26,05 per barel.

Dalam sesi Senin, investor terus menumpuk ke aset safe haven seperti obligasi pemerintah, emas dan dolar, sebagai British Pound jatuh tambahan 3% untuk menyentuh 31 tahun terendah baru terhadap greenback. Pada Senin sore, Standard & Poor menurunkan peringkat kredit pada utang U.K dari AAA ke AA, karena menimbang kemungkinan efek contagion masa depan jika negara-negara lain di Uni Eropa memutuskan untuk meninggalkan blok Eropa. Dalam menurunkan prospek untuk obligasi U.K. ke negatif, S & P dikutip risiko yang meningkat dari penurunan pasar pada kondisi keuangan eksternal, serta isu-isu konstitusional yang lebih luas seputar potensi U.K. keberangkatan dengan Pulau Utara atau Skotlandia.

Dalam referendum pekan lalu, Skotlandia pemilih mendukung Tetap kampanye dengan margin 62-38%, memicu kekhawatiran bahwa negara itu bisa terlihat meninggalkan U.K. dalam beberapa bulan mendatang. Tak lama setelah hasilnya dihitung, Skotlandia menteri pertama Nicola Sturgeon mengatakan dia akan mencari kembali revote referendum 2014 kemerdekaan bangsa dari Inggris, yang gagal oleh 55-45%. Dalam bulan-bulan yang mengarah ke 2014 referendum, Skotlandia Minyak dan Gas Analytical Buletin memperkirakan bahwa produksi di ladang minyak lepas pantai Skotlandia bisa menghasilkan sebanyak £ 57 miliar pada tahun 2018.

Juga pada hari Senin, Goldman Sachs (NYSE: NYSE: GS) mengatakan dalam sebuah catatan kepada investor bahwa minggu lalu Brexit orang bisa ujung U.K. ke dalam resesi ringan pada awal tahun depan. Sejumlah analis energi terkemuka telah menyatakan keprihatinan luas bahwa permintaan minyak bisa goyah jika pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah euro menurun tajam.

 

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
"Analisa Teknikal Diupdate Antara Jam 12.00-15.00 WIB"
Dapatkan Pemberitahuan Update Langsung Ke Email Anda

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose