Mengapa Berinvestasi di Saham ?

Investasi dalam bentuk saham bisa menawarkan keuntungan yang lumayan mengiurkan, namun sekaligus juga berisiko. Banyak orang tertarik untuk berinvestasi di pasar saham, namun tidak tahu bagaimana memulainya. Perlu anda ketahui, saham merupakan salah satu instrumen yang diperjual belikan di pasar modal. Kebanyakan orang hanya mengetahui bahwa investasi saham bisa memberikan keuntungan berlipat ganda, tanpa tahu basis atau poin penting transaksinya seperti apa.

Jika anda termasuk ke dalam investor pemula, perlu anda ketahui bahwa bermain di pasar saham tidak perlu menggunakan broker fulltime. Transaksi di pasar bursa kini semakin mudah dengan layanan online trading, yang disediakan oleh aplikasi yang saat ini telah banyak beredar. Keuntungan yang bisa anda dapatkan antara lain, bisa melakukan transaksi membeli dan menjual secara mandiri, serta memiliki kontrol penuh atas uang yang anda miliki sekaligus menghemat dana karena tanpa broker. Lalu apa sih saham, itu? Mengapa anda merasa perlu untuk melakukan investasi saham ?

Investasi Saham dan Peluangnya

Pada dasarnya, mempertaruhkan uang anda di pasar saham merupakan satu dari sekian bentuk peluang investasi yang bisa anda manfaatkan. Seperti yang sudah dijelaskan, saham meupakan salah satu produk yang tersedia di pasar modal. Secara tradisional, saham merupakan tanda kepemilikan seseorang dalam suatu perusahaan atau badan usaha tertentu, yang dulunya disebar dalam bentuk selembar kertas dan menerangkan siapa pemiliknya. Namun dewasa ini, pasar saham tidak lagi menggunakan cara konvensional tersebut. Para investor yang memiliki saham PT tertentu akan mendapat akun atau saham tanpa warkat, sehingga akan memudahkan dan mempercepat transaksi di pasar.

Investasi saham memberikan daya tarik tersendiri bagi banyak investor, karena ia menjanjikan dua keuntungan yang bisa didapat, yakni dividen dan capital gain. Perusahaan akan menentukan jumlah saham beredar di pasar, yang kemudian bisa dikoleksi oleh publik. Dividen ini biasanya dibagikan kepada para pemilik saham atas persetujuan pemegang saham, yang diperoleh dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan tersebut.

Saham yang umum dikenal oleh para investor adalah common stock (saham biasa) dan preferred stock (saham preferen). Untuk memutuskan di perusahaan mana anda akan menempatkan uang anda dan peluang investasi apa yang ditawarkan, maka diperlukan beberapa analisis dan observasi mengenai prospek perusahaan yang bersangkutan. Anda perlu mengetahui apakah produk dari perusahaan tersebut merupakan produk populer (line of business); apakah perusahaan tersebut memiliki banyak hutang atau tidak (debt ratio); bagaimana kinerja perusahaan tersebut dari tahun ke tahun; dan kemungkinan perkembangan perusahaan tersebut di masa datang. Itu hanya semisal; anda bisa menganalisis hal fundamental apapun yang sekiranya bisa mempengaruhi harga saham perusahaan yang bersangkutan di masa depan.

Jenis Saham Beredar

Seperti yang telah dijelaskan, ada dua jenis saham beredar yang dikenal publik, yakni saham biasa dan saham preferen. Jika anda membeli saham biasa suat perusahaan, itu berarti anda sebagai pelaku investasi saham, berada di urutan buncit untuk hak menerima dividen atas keuntungan perusahaan terkait jika dilikuidasi, dan tidak memiliki hak-hak istimewa. Biasanya, dividen akan dibagikan kepada investor jika perusahaan sudah mengalami keuntungan atau laba.

Nah, jika anda memutuskan untuk membeli saham jenis preferen, maka kecenderungannya adalah anda mendapat keuntungan tetap, yang diperoleh dari bunga. Saham preferen merupakan gabungan dari obligasi dengan saham biasa, dan cenderung lebih sulit untuk diperjual belikan. Mengapa demikian? Hal tersebut karena jumlah saham preferen yang beredar lebih sedikit, namun si pemegang saham memiliki hak klaim atas kekayaan perusahaan dan akan menjadi prioritas untuk pembagian dividen ketimbang pemegang saham biasa. Saham preferen memang cenderung lebih aman untuk dikoleksi. Tetapi sekali lagi, perhatikan prospek masa depan perusahaan yang bersangkutan.

Alasan Memilih Saham Perusahaan Tertentu

Setelah melakukan beberapa riset dan analisis mengenai kemungkinan peluang investasi dan keuntungan masa depan yang bisa anda peroleh dengan membeli saham perusahaan tertentu, maka anda bisa mulai menimbang untuk masuk ke perusahaan tersebut atau tidak. Pastikan juga anda memilih saham dari perusahaan yang terdaftar di bursa (BEI), karena akan memberikan keuntungan tersendiri bagi anda. Umumnya, ada tiga alasan mengapa investor memutuskan untuk membeli sebuah saham, antara lain:

  • Keuntungan (Income)

Ini adalah alasan utama investor mempercayakan uangnya di sebuah perusahaan. Jika anda ingin memperoleh pendapatan tetap, lebih baik anda memilih berinvestasi di perusahaan yang sudah mapan, dan mampu memberikan keuntungan (dividen) secara teratur. Ini sangat cocok bagi lowrisk investor, yang  tidak terlalu menyukai tantangan dengan berinvestasi di perusahaan baru. Tetapi, kebanyakan harga saham perusahaan yang sudah mapan (contohnya Unilever), memang cukup tinggi; namun hal itu sesuai dengan kinerjanya yang konsisten.

  • Pertumbuhan (Growth)

Nah, pertimbangan ini memungkinkan anda untuk berinvestasi di perusahaan baru atau yang sedang berkembang. Jenis investasi saham ini sangat cocok bagi investor yang menyukai tantangan, dan menjanjikan keuntungan yang besar apabila perusahaan yang bersangkutan berhasil di masa mendatang.

  • Diversifikasi

Investasi ini biasanya dilakukan oleh investor yang gemar loncat dari satu sektor ke sektor lainnya, atau dengan kata lain untuk melengkapi portofolio koleksinya. Namun ada dua hal yang perlu anda pertimbangkan; apakah anda ingin pendapatan tetap dari saham tersebut, atau membeli obligasi dan mendapatkan bunga sebagai keuntungannya.

Keuntungan dan Kerugian Investasi Saham

Fluktuasi yang terjadi di pasar saham memunginkan investor mendapatkan keuntungan yang besar dalam waktu singkat, ataupun kerugian yang luar biasa dalam waktu yang singkat pula. Sebelum memtuskan untuk berinvestasi, putuskan dulu apakah anda ingin menjadi investor jangka panjang (long-term) atau jangka pendek (short-term). Tak ketinggalan, penting juga bagi anda untuk menganalisa tingkat risiko sesuai dengan tingkat yang sekiranya bisa anda tanggung.

Keuntungan pertama yang bisa anda dapatkan dengan investasi saham adalah potensi return yang tinggi dan berkelanjutan. Terlebih jika anda mengkoleksi saham yang likuid, maka anda bisa dengan mudah menjualnya di kemudian hari. Tak hanya itu, anda juga bisa memantau fluktuasi atau pergerakan harga saham di berbagai media, sehingga membantu anda untuk keep atau sell saham yang anda miliki tersebut. Inilah salah satu keuntungan mengkoleksi saham perusahaan yang terdaftar di bursa, karena akan lebih mudah mengetahui pergeragan harga setiap harinya. Mengkoleksi saham juga tidak memerlukan perawatan; tidak seperti berinvestasi di sektor lain yang memerlukan biaya perawatan, serta anda juga tidak perlu membayar pajak.

Selain peluang investasi di atas, anda juga perlu mempertimbangkan kerugian yang bisa anda peroleh saat melakukan investasi saham. Potensi keuntungan yang besar juga diiringi oleh potensi kerugian yang luar biasa jika anda tidak cermat memilih saham. Faktor fluktuasi yang tinggi juga sangat berpotensi menimbulkan kerugian. Misalnya, saat ini anda melihat harga saham yang tinggi dan ingin menjualnya, namun beberapa menit kemudian harganya sudah turun lagi sehingga tidak sesuai perkiraan.  Namun demikian, beberapa kerugian tersebut bisa diatasi dengan strategi yang baik, sehingga anda bisa memperoleh untung dengan memanfaatkan peluang investasi ini.

Baca Artikel Terkait Mengapa Berinvestasi di Saham :

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose