Jepang Yen Berubah Setelah Pengangguran, Kehilangan Harapan Ritel

Yen Jepang tetap stabil pada selasa setelah data menunjukkan sebuah pekerjaan yang lebih lemah dan gambar penjualan ritel dari yang diharapkan.

Tingkat pengangguran Jepang naik menjadi 3 %, ​​melompat tak terduga dari perkiraan 3,5%, sedangkan pengeluaran rumah tangga turun 3,0%, kurang dari penurunan 3,8% diharapkan pada tahun, tapi masih penurunan ketiga berturut-turut. Selain itu, data penjualan ritel Juni Jepang menunjukkan penurunan dari 0,6% tahun-ke-tahun, bijih dari penurunan 0,5% diharapkan.

Kemudian dalam sesi, Bank of Japan anggota dewan Koji Ishida adalah karena berbicara kepada para pemimpin bisnis di barat daya Jepang 1030-1200 (0130-0300 GMT). BoJ akan merilis pidatonya pada 1030 (0130 GMT) dan ia memegang sebuah konferensi pers 1400-1430 (0500-0530 GMT).

USD / JPY diperdagangkan di 101,85, turun 0,01%, tidak berubah setelah data sementara AUD / USD diadakan di 0,9412, naik 0,06%. Semalam, dolar diperdagangkan sebagian besar lebih rendah terhadap sebagian besar mata uang utama setelah laporan penjualan rumah secara luas ditonton mengecewakan investor, meskipun banyak berada di sela-sela tetap menunggu pernyataan Juli Federal Reserve pada Rabu dan laporan pekerjaan Juli pada Jumat.

Dolar tergelincir pada hari Senin setelah National Association of Realtors melaporkan bahwa penjualan rumah yang tertunda turun 1,1% pada bulan Juni, harapan mengecewakan untuk kenaikan 0,5%.

Data mengirim investor menjual greenback untuk keuntungan menjelang pernyataan kebijakan Federal Reserve pada Rabu dan pekerjaan Juli melaporkan dirilis pada hari Jumat.Ketidakpastian mengenai berapa banyak waktu akan berlalu antara kenaikan suku bunga dan keputusan Fed untuk menutup program pembelian obligasi stimulus yang terus banyak investor menunggu di sela-sela sampai berita penggerak pasar hit kawat akhir pekan ini.

Investor juga menunggu data akhir pada pertumbuhan AS kuartal kedua pada hari Rabu.Kekhawatiran geopolitik menekan greenback lebih rendah. Berita bahwa AS dan Eropa Barat berencana untuk menjatuhkan sanksi baru pada Rusia untuk intervensi dugaan di Ukraina dengan mendukung separatis memicu kekhawatiran bahwa isu-isu geopolitik akan menyeret pada pemulihan global dan mendorong Federal Reserve dan bank sentral lainnya untuk menunda pengetatan kebijakan.

US Dollar Index, yang melacak kinerja greenback versus sekeranjang enam mata uang utama lainnya, turun 0,02% pada 81.10. Pada hari Selasa, AS merilis untuk mempublikasikan laporan pada inflasi harga rumah dan kepercayaan konsumen.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply

Baca Juga Artikel Terkaitclose