Ahli Ekonomi Jeffrey Tucker: Bisakah Membayangkan Jika Bitcoin Ditimbang?

Afiliasi IB XM Broker

Jeffrey Tucker yang merupakan Direktur Institut Penelitian Ekonomi Amerika kembali membuka perdebatan terkait Bitcoin. Dia membuka kembali keramaian dalam sebuah cuitan akun Twitter dan merupakan seorang pendukung Crypto Bitcoin. Tucker menyarankan agar nilai tukar Bitcoin lebih rendah dari yang saat ini berlaku. Alasanya adalah karena teknologinya yang belum dihitung dengan benar. Dalam sebuah akun Twitter dia mengatakan:

“Saya tidak heran dengan posisi Bitcoin di level $6.000, tapi saya lebih terkesan jika harga Bitcoin berada pada level $30,00. Apakah kita semua bisa membayangkan jika nilai tukar Bitcoin diskalakan dengan benar pada hari ini?”

Cuitan itu diperluas dari komentar yang dibuat oleh Tucker di RT, pada sebuah diskusi panel dengan orang yang skeptis terhadap Bitcoin yaitu Peter Schiff. Dalam momen perdebatan itu, Peter mengatakan bahwa terlalu banyak waktu yang dibuang untuk mempermasalahkan terkait penskalaan yang konyol. Pada akhirnya hal tersebut menghalangi arus utama.

“Adopsi yang ada belum terlalu jauh dan belum digunakan sebagaimana mestinya oleh para konsumen. Semua bisa diperbaiki jika sudah ditingkatkan kembali. Saat ini kita melihat kondisi Bitcoin yang tidak diskalakan dengan benar.”

Tucker menilai Crypto Bitcoin dirancang untuk kemudian bisa dikembangkan pada saat masa-masa krisis seperti yang terjadi saat ini. Dia juga menyampaikan alasan mengapa Bitcoin tidak dipermasalahkan oleh masalah penskalaan. Dia mengatakan:

“ Bitcoin dilahirkan dari inovasi untuk menjadi sebuah tempat yang aman untuk perlindungan aset. Jadi kenapa kita tidak memandang Bitcoin sebagai tempat yang aman untuk dikembangkan lebih lanjut dalam beberapa tahun kedepan?”

Respon Terhadap Pernyataan Tucker

Baca Juga:   PBoC: China Tidak Ragu Lagi Untuk Mengejar Yuan Digital

Postingan Twitter Tucker tersebut mengundang beberapa respon dari anggota Crypto di Twitter. Salah satunya adalah pendiri dari Ethereum yaitu Vitalik Buterin yang meminta ahli ekonomi agar melihat Ethereum 2.0 yang akan diluncurkan pada tahun ini.

Buterin mengklaim Ethereum 2.0 memiliki tingkat penskalaan yang tinggi namun tanpa menganut sentralisasi. Kejadian ini juga memicu respon dari beberapa CEO perusahaan yang mengembangkan Bitcoin, Block Back, Adam Back dan juga CSO Samson Mow.

 

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply