Aksi Jual Dolar Dorong Euro Menguat

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro menguat sekitar 0.50 persen ke kisaran 1.1410 terhadap Dolar AS per pertengahan sesi Eropa hari Selasa ini (4/Desember). Namun demikian, penguatan tersebut terutama digerakkan oleh aksi jual Dolar AS, karena Euro tetap melemah terhadap Pounds dan Yen. Pasangan mata uang EUR/GBP menurun 0.26 persen ke level 0.8897, sementara EUR/JPY merosot 0.32 persen ke level 128.60.

Aksi Jual Dolar Dorong Euro Menguat

Aksi jual Dolar AS lantaran peningkatan minat risiko pasca “gencatan senjata” dalam perang dagang AS-China yang tercapai pada akhir pekan lalu. Kesediaan Presiden AS Donald Trump untuk menunda pengumuman penerapan tarif impor tambahan bagi China hingga 90 hari ke depan, dianggap sebagai “kemenangan untuk China”. Di samping itu, jatuhnya yield obligasi pemerintah juga makin menenkan Greenback.

“Indeks Manufaktur ISM Amerika Serikat yang dirilis kemarin menunjukkan aktivitas (bisnis) terakselerasi pada bulan November dengan pertumbuhan pada pesanan baru, produksi, dan ketenagakerjaan. Namun demikian, ISM Prices Index jatuh drastis 10.9 poin ke 60.7 persen, setelah mencapai 71.6 persen pada bulan Oktober; mengindikasikan laju inflasi yang lebih rendah. Perlambatan inflasi inilah yang kemungkinan menyeret yield obligasi AS (Treasury) menurun,” jelas analis FXSTreet, Omar Godbole.

Baca Juga:   Sterling Menguat Saat PM Inggris Mengacak Partai, Dolar Menanti Fed

Data ekonomi tersebut menekan yield obligasi, karena memperkuat kekhawatiran pasar kalau-kalau Federal Reserve bakal mengerem laju kenaikan suku bunganya. Kerisauan tersebut sebelumnya muncul setelah Ketu Fed Jerome Powell mengatakan bahwa suku bunga AS saat ini sudah “tepat di bawah” suku bunga netral.

Sementara itu, di benua Eropa, upaya pemerintah Italia untuk merevisi rencana anggarannya agar dapat disetujui oleh Uni Eropa, dianggap sebagai sinyal positif bagi Euro. Kabar terbaru mengungkapkan bahwa para menteri Italia telah bersedia merevisi defisit anggarannya menjadi 2 persen saja dari GDP (Gross Domestic Product). Proposal hasil revisi rencana anggaran tersebut akan diserahkan pada Uni Eropa dalam waktu dekat.

Dalam perdagangan sesi New York hari ini, tak ada jadwal rilis data ekonomi berdampak besar. Namun, pidato anggota rapat kebijakan moneter AS (FOMC) Williams dapat mempengaruhi sentimen atas Dolar AS, hingga berdampak pada pasangan-pasangan mata uang mayor, termasuk EUR/USD.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply