Ambiguitas Kesepakatan Brexit Kembali Menghantam Sterling

Bonus Welcome Deposit FBS

Setelah sempat meroket pada perdagangan hari Kamis, Poundsterling merosot sekitar 0.40 persen ke level 1.2823 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari Jumat ini (23/November). Pounds juga anjlok 0.50 persen versus Yen ke level 144.69, sementara EUR/GBP bergerak sideways pada kisaran 128.04. Pasalnya, kabar mengenai tercapainya draft awal kesepakatan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa kemarin, kini dinilai oleh pelaku pasar sebagai jalan pintas politisi semata dan tidak benar-benar memberikan solusi bagi kalangan pebisnis.

Ambiguitas Kesepakatan Brexit Kembali Menghantam Sterling

Andrew Wishart, seorang ekonom di Capital Economics, mengungkapkan, “Deklarasi Politik (draft kesepakatan Brexit yang disetujui kemarin -red) menggeser (waktu pengambilan) keputusan mengenai masalah-masalah paling penting ke masa transisi. Selain itu, karena solusi mengenai masalah perbatasan Irlandia Utara masih belum dijelaskan, (maka) deklarasi itu tak membuat kesepakatan ini menjadi makin menarik bagi anggota parlemen dari partai Konservatif yang anti-Euro.”

Hal ini artinya, meskipun seandainya Uni Eropa sudah menyetujui materi proposal itu secara resmi, tetapi proposal yang sama belum tentu diratifikasi oleh parlemen Inggris. Bahkan, Capital Economics menyebut hanya ada kemungkinan 50-50 bagi proposal itu untuk lolos di Westminster.

Baca Juga:   Outlook FOREX Mingguan : 22 - 26 Agustus 2016

Setelah menyadari tingginya probabilitas skenario ini, pelaku pasar pun berbalik melakukan aksi jual lagi atas Sterling. Perhatian pasar kembali berfokus pada pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa di Brussels pada hari Minggu besok, dimana para pemimpin negara anggota UE diekspektasikan akan menandatangani draft kesepakatan Brexit itu secara resmi. Apabila tak ada penolakan keras dari Spanyol seperti yang dikhawatirkan pasar, maka investor dan trader akan memindahkan fokus mereka ke parlemen Inggris.

Kelompok oposisi PM Theresa May dari partai Labour mengatakan bahwa mereka akan menolaknya, demikian pula anggota koalisi PM May sendiri dari partai Democratic Unionist Party. Sejumlah pihak bahkan mengklaim kalau anggota partai asal PM May, Konservatif, juga akan ikut menolaknya.

“Nampaknya kesepakatan final mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa itu masih jauh (dari terwujud). Karenanya, ketidakpastian akan terus membebani Sterling,” ujar Wishart, sebagaimana dikutip oleh Poundsterling Live.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply