Analis: Euro Punya Peluang Reli Meski Wabah COVID-19 Meluas

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang EUR/USD terpantau melemah tipis di kisaran 1.0872 dalam perdagangan hari ini (26/2). Posisinya belum jauh dari rekor terendha multi-tahun yang sempat disentuh pada pekan lalu akibat dampak wabah virus Corona. Akan tetapi, sejumlah analis kini mengatakan bahwa Euro punya peluang untuk pulih, meskipun wabah virus Corona kemungkinan mempersulit perekonomian kawasan.

Euro Punya Peluang Reli Meski Wabah COVID-19 Meluas

Sejak awal Februari, Euro tertekan nyaris nonstop versus USD, karena wabah virus Corona di China diperkirakan akan berimbas buruk pula bagi perekonomian Zona Euro. China berperan penting dalam rantai pasokan sekaligus pangsa pasar untuk industri manufaktur Jerman dan beberapa negara utama lain. Padahal, perekonomian Jerman tahun lalu masih berada di tepi resesi.

Tak banyak yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan bank sentral Eropa untuk menanggulangi perlambatan ekonomi lagi, karena suku bunga ECB sudah berada dalam teritori negatif. Hal ini-lah yang melatarbelakangi tren bearish Euro selama beberapa waktu belakangan. Akan tetapi, beberapa analis sekarang menilai Euro punya peluang untuk berbalik arah.

Baca Juga:   USDCAD Bergerak Lebih Rendah Dalam Perdagangan Tenang - 12 Mei 2014

Karen Jones, seorang analis teknikal top dari Commerzbank, mengatakan, “EUR/USD menyaksikan benih sinyal pemulihan tepat di atas 1.0763 (yang bertepatan dengan awal) uptrend 2000-2020. Ini support kuncinya. Kami mengekspektasikannya untuk menahan sisi bawah dan memicu reversal. Reli jangka pendek akan perlu untuk mengambil alih 1.0879 (rekor terendah Oktober) sebagai nilai minimum absolut untuk mengentaskan tekanan sisi bawah jangka pendek.”

Dari segi fundamental, rendahnya suku bunga ECB telah menjadikannya mata uang ideal untuk “dipinjam” oleh para investor guna bertaruh pada aset berbunga lebih tinggi. Situasi ini mungkin akan membuat Euro berstatus mirip dengan mata uang safe haven Dolar AS, Yen Jepang, dan Franc Swiss.

“Sebagai mata uang pendanaan, masuk akal untuk menyaksikan Euro berkinerja lebih baik dalam periode ketika investor melikuidasi posisi untuk mengurangi risiko. Sejauh pekan ini, Euro merupakan mata uang G10 berkinerja terbaik kedua,” kata Lee Hardman dari MUFG, “Risiko utama untuk support Euro ini tentu saja jika penyebaran COVID-19 berlanjut terus di dalam Italia atau Zona Euro.”

Baca Juga:   Dolar Memangkas Keuntungan Vs Yen Setelah Data Perumahan AS Lemah

Jumlah infeksi di Italia mendadak naik dari nol pada pekan lalu menjadi 322 pekan ini, dengan 10 korban meninggal. Selusin dari 20 wilayah di negeri yang beribukota di Roma tersebut sudah terjangkiti, tetapi sebagian besar kasus terjadi di Lombardy dan Veneto. Penyebaran COVID-19 di Italia ini memicu kekhawatiran cukup besar, karena pihak berwenang belum mampu mendeteksi bagaimana virus bisa menyebar di Uni Eropa secara tiba-tiba. Padahal, arus migrasi tanpa perbatasan di kawasan ini bakal mempermudah penyebaran virus lintas negara.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply