ANZ Bank: Investor Sebaiknya Sell Dolar Aussie dan Kiwi

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia dan Dolar New Zealand mengalami penguatan tipis dalam perdagangan hari Jumat ini (29/3). Pasangan mata uang AUD/USD naik sekitar 0.2 persen ke kisaran 0.7100, sedangkan NZD/USD meningkat 0.3 persen ke kisaran 0.6795. Meski demikian, keduanya belum lepas dari tekanan bearish. Bahkan, analis dari ANZ Bank menyarankan agar investor melepas Dolar Australia dan Dolar New Zealand saja.

Investor Sebaiknya Sell Dolar Aussie dan Kiwi

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC hari ini, Khoon Goh, pimpinan riset Asia di ANZ Bank, mengatakan, “Perdagangan yang telah kami rekomendasikan adalah short mata uang Dolar Australia terhadap Dolar Singapura, dan short mata uang Dolar New Zealand terhadap Yuan.”

Goh mendasarkan pendapatnya pada arah kebijakan bank sentral Australia dan New Zealand. Katanya, “Saya kira (perdagangan tadi) menyediakan bauran yang bagus menyambut dovish-nya bank sentral kawasan antipodean dan kuatnya mata uang-mata uang Asia.”

Sebagaimana diketahui, awal pekan ini bank sentral New Zealand (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ) mendadak mengumumkan bahwa perubahan kebijakan berikutnya kemungkinan adalah pemangkasan suku bunga. Kabar tersebut sempat mengakibatkan NZD/USD anjlok nyaris 2 persen dan ikut menyeret pula AUD/USD. Dalam pidato Gubernur RBNZ hari ini, ia pun menolak untuk merubah pandangan dovish-nya, meskipun menegaskan bahwa perubahan kebijakan suku bunga kelak akan diputuskan oleh sebuah komite dengan mempertimbangkan berbagai pandangan berbeda.

Baca Juga:   Rubel Rusia Membalikkan Reli, Melanjutkan Penurunan

Khoon Goh pun lebih optimistis dalam penilaiannya atas Dolar Australia ketimbang Dolar New Zealand. Menurutnya, ada “ruang lebih jauh bagi Aussie untuk mengungguli Kiwi”. Namun, ia lebih optimis lagi mengenai prospek Yuan China.

“Kami mengekspektasikan Yuan untuk terapresiasi sepanjang tahun ini, sebagian besar karena pandangan kami bahwa pertumbuhan China akan mulai terstabilkan pada kuartal kedua seiring (perekonomian) mereka merespons berbagai kebijakan stimulus,” paparnya.

Sementara itu, Goh juga cenderung menilai Euro akan bearish dalam jangka pendek, melemah terhadap Dolar AS dan tembus level 1.10. Alasannya, data-data ekonomi kawasan Euro belakangan ini telah melemah dan mereka akan menghadapi pemilu Parlemen Eropa pada bulan Mei. Gabungan dari berbagai faktor itu mengakibatkan Euro kemungkinan akan terus tertekan selama tiga bulan mendatang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply