Mengenal Apa Itu Diversifikasi Investasi

Bonus Welcome Deposit FBS

Dalam bidang investasi ada konsep yang disebut diversifikasi investasi walaupun kerap kurang dipahami serta disepelekan oleh banyak investor. Meskipun demikian diversifikasi investasi sangat penting karena bermanfaat untuk mengoptimalkan imbal hasil sekaligus meminimalkan tingkat resiko. Walaupun banyak orang yang mengaku mengerti hal ini, tapi realisasinya mereka justru melakukan hal yang sebaliknya.

Sudah benarkah diversifikasi investasi Anda?

diversifikasi investasi

Misalnya Anda mempunyai portofolio yang terdiri dari 50 saham mungkin Anda merasa telah melakukan diversifikasi pada investasi Anda. Tapi ternyata tindakan itu tak terhitung aman bila seluruh perusahaan tersebut menjalankan operasi bisnisnya di Negara yang sama. Artinya mereka semua akan terdampak oleh kondisi perekonomian yang sama.

Berikutnya, menyimpan seluruh dana Anda pada bank lokal juga tak menutup peluang untuk kehilangan uang tersebut. Masalahnya depresiasi bisa saja terjadi dimana jumlah uang Anda tidak berkurang namun nilainya yang semakin kecil sehingga tetap saja daya beli kita pun berkurang. Harus diingat bahwa kita akan selalu terpengaruh pada perekonomian global.

Berinvestasi pada property juga tetap beresiko saat pasar property menurun. Apalagi bila seluruh property yang Anda miliki mempunyai jenis yang sama dan berada di tempat yang berdekatan. Mempunyai beberapa KPR juga tetap mempunyai resiko karena saat profit membesar, kerugian juga berpeluang turut membesar.

Begini diversifikasi investasi dikatakan optimal

Investasi Anda dapat dikatakan terdiversifikasi secara maksimal jika hanya mempunyai sedikit keterkaitan pada setiap peristiwa atau faktor tertentu yang berhubungan dengan ekonomi. Yang dimaksud faktor-faktor di atas misalnya perubahan kondisi perekonomian sebuah Negara atau faktor yang lebih kecil, contohnya dampak lokasi property terhadap keberlangsungan investasi property Anda.

Sederhananya ada dua cara untuk melakukan diversifikasi portofolio investasi Anda, pertama dengan menambah jumlah investasi (modal), dan menambah instrument investasi. Portofolio dengan bobot 50 saham tentu lebih sedikit dibanding 5 ribu saham, dan portofolio dengan 5 ribu saham juga lebih sedikit dibandingkan portofolia 5 ribu saham ditambah obligasi serta dana tunai.

Baca Juga:   Tips dan Strategi Investasi Saham ala Warren Buffett

Dari uraian di atas, mereka yang awam atau para investor pemula pasti langsung berpikir bahwa untuk melakukan diversifikasi portofolio investasi akan membutuhkan dana yang besar.  Jadi hal itu sulit diwujudkan bila dana yang tersedia hanya beberapa juta saja. Hal ini memang tak salah, tapi juga tidak selalu 100% benar karena sekarang dengan dana yang terbatas diversifikasi pada portofolio juga dapat dilakukan.

Bagi mereka yang mempunyai minat pada investasi property, dengan ETF (Exchange Traded Funds) dan  REITs (Real Estate Investment Trusts), Anda juga dapat mempunyai puluhan hingga ratusan apartemen, perumahan, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan lain-lain. Carilah informasi detail tentang hal itu.

Kerugian diversifikasi investasi

Walaupun kedengarannya merupakan ide yang hebat untuk membagi investasi Anda, tapi sebaiknya hindari overdiversifikasi atau diversifikasi yang berlebihan. Contohnya saat Anda membagi dana pada 10 sampai 11 instrument, Anda pasti akan mengalami kesulitan memonitor dan mengendalikan perkembangan investasi pada tiap-tiap instrument.

Anda mungkin juga harus mengeluarkan dana untuk biaya yang tak disangka berkaitan dengan pengelolaan diversifikasi investasi yang terlalu banyak. Untuk mengatasinya Anda jadi terlalu sering mengubah prioritas serta alokasi dana pada instrument investasi yang berbeda-beda.

Terakhir, Anda bisa saja kehilangan kesempatan untuk berinvestasi pada instrument yang berpeluang memberikan imbal hasil yang besar. Contohnya, saat harga saham tengah meningkat sementara profit yang dijanjikan instrument lainnya belum tentu sebesar saham pada waktu tersebut.

Baca Juga:   Condotel atau Apartemen ? Mana Yang Lebih Menguntungkan untuk Investasi ?

Jenis-jenis investasi, resiko, dan peluang keuntungannya

Bila berniat melakukan diversifikasi sebaiknya kenali dahulu jenis-jenisnya termasuk berbagai resikonya. Simak ulasan berikut.

Resiko rendah – Jenis investasi beresiko rendah memang tak menjamin investor mendapatkan imbal hasil yang luar biasa. Profit tersebut bahkan bisa bernilai lebih rendah dibanding tingkat inflasi. Contoh instrument yang resikonya rendah adalah deposito dan tabungan di bank.

Resiko sedang – Instrumen investasi ini bisa menghasilkan profit yang lebih tinggi dibandingkan nilai inflasi, sementara resikonya sedikit lebih besar dibandingkan deposito dan tabungan. Contohnya adalah reksadana (tidak termasuk reksadana saham), Peer to Peer Lending dan Sukuk Repulik  Indonesia  atau Obligasi Republik Indonesia (ORI).

Resiko tinggi – Investasi yang terakhir ini memang mempunyai peluang imbal hasil yang tinggi, tapi juga sebanding dengan resikonya yang juga besar. Saham dan reksadana saham adalah salah satu contohnya.

Cara melakukan diversifikasi investasi dengan benar

Diversifikasi investasi bukanlah sekedar mengalokasikan dana ke instrument-instrument investasi yang beragam. Menurut Markowitz, seorang pakar pada dunia investasi, mengatakan bahwa sebelum melakuan diversifikasi pada portofolionya seseorang seharusnya mempelajari terlebih dahulu instrument-instrument yang diincarnya.

Idealnya dana disalurkan pada investasi dengan resiko yang bertentangan atau berbeda. Contohnya, investasi resiko tinggi dan resiko rendah. Bila Anda berinvestasi pada reksadana saham yang tentu menempatkannya pada saham-saham yang memberikan dividen secara teratur (blue chip), artinya imbal hasil antara saham yang satu dengan lainnya tak akan berbeda jauh. Untuk membuatnya tetap seimbang Anda bisa mendiversifikasi pada investasi beresiko rendah.

Mencoba diversifikasi investasi dengan cara membeli dua saham pada perusahaan yang sama, misalnya PT A, tak terlalu efektif bila dibandingkan menanamkan modal pada bidang usaha yang berbeda, yaitu PT A dan klub sepak bola B. Bila PT A mengalami guncangan pada operasi bisnisnya, maka Anda masih punya harapan pada klub bola tersebut.

Baca Juga:   Cara Tepat Memilih Asuransi Pendidikan Terbaik untuk Anak

Diversifikasi investasi dan manajemen investasi

Untuk bisa melakukan diversifikasi investasi secara optimal dibutuhkan keterampilan pada manajemen investasi, atau metode pengelolaan investasi dengan benar untuk berbagai instrument, misalnya saham, property, obligasi, dan sebagainya.

Mereka yang mempunyai kompetensi serta pengalaman dalam bidang ini disebut sebagai manajer investasi, sementara produknya disebut portofolio. Kompetensi ini berhubungan dengan penyaluran asset, investasi jangka panjang, serta diversifikasi investasi tersebut.

Hal yang mutlak harus dicermati juga adalah menyesuaikan diversifikasi portofolio dengan keperluan pada tiap-tiap individu. Contohnya investor anak muda cocok untuk melakukan investasi baik pada reksadana saham atau pun surat hutang.  Yang jelas harus memperhatikan kebutuhan individu terkait.

Melakukan diversifikasi investasi memang disarankan namun hal ini juga berhubungan dengan karakter si investor dalam menangani asetnya. Warren Buffet adalah salah satu pakar investasi yang justru bertentangan dengan konsep tersebut. Selain Buffet, investor-investor berpengalaman serta tak lagi mempunyai masalah terkait dana umumnya juga lebih suka berkonsentrasi pada satu jenis investasi saja.

Contoh dari miliarder ini adalah investasi saham yang berpeluang paling besar memberikan imbal hasil besar.  Menurut Buffet investasi saham dapat memberikan harapan karena selalu ada peluang kenaikan harga. Bagi Anda yang berniat melakukan diversifikasi investasi sebaiknya pelajari dulu berbagai jenis instrument investasi dengan segala resikonya.

Tak kalah penting adalah memperhatikan kondisi financial Anda. Jangan pernah menggunakan uang pinjaman untuk investasi, sebagaimana nasehat Warren Buffet.

Rate Artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...
Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply