Apa itu Saham S&P 500

Bonus Welcome Deposit FBS

Investasi saham merupakan pilihan tepat bagi pemilik karakteristik agresif dalam berinvestasi. Jika Anda ingin bermain saham, mengapa tidak sekalian memilih saham dari perusahaan besar yang memiliki reputasi mendunia ? Saham S&P 500 adalah salah satu kelompok saham favorit yang digemari banyak pemain saham seluruh dunia, karena merupakan kelompok saham yang dimiliki berbagai perusahaan bermodal besar, dan banyak di antaranya merupakan raja bisnis dunia di berbagai bidang.

Logikanya, semakin banyak Anda mampu berinvestasi lewat saham milik perusahaan besar bermodal kuat, semakin besar kemungkinan Anda mendapat untung, karena perusahaan bermodal kuat dengan nama terkenal merupakan jaminan dalam jual beli saham, sama seperti merk terkenal merupakan jaminan laris saat Anda memilih produk di tempat belanja. Jika Anda tidak takut bermain di pasar saham asing dengan nama-nama besar dalam indeks sahamnya, dan sudah memiliki cukup wawasan tentang saham, Saham S&P 500 adalah pilihan paling tepat untuk Anda.

Sekilas tentang Saham S&P 500

apa itu Saham S&P 500S&P merupakan singkatan dari Standard & Poor’s, yaitu nama lembaga rating investasi yang biasa memberi peringkat pada perusahaan terkait kondisi kredit, saham dan obligasi, dimana peringkat tersebut merujuk pada tingkat keamanan investasi dengan perusahaan tersebut. Angka ‘500’ merujuk pada jumlah perusahaan yang termasuk dalam kelompok yang diberi peringkat layak oleh S&P sebagai perusahaan penyedia saham publik. S&P 500 sendiri merupakan indeks saham yang besar, mencakup nyaris 75 persen dari pasar ekuitas di Amerika Serikat.

Standard & Poor’s secara rutin juga mereview daftar perusahaan yang masuk dalam indeks mereka, misalnya jika ada perusahaan yang mengalami akuisisi atau secara kinerja dan kondisi kredit tidak lagi pantas untuk masuk dalam daftar perusahaan penyedia saham publik yang layak menurut standar S&P. Dengan demikian, jumlah standar perusahaan yang termasuk dalam kelompok indeks saham ini bisa dipertahankan. Indeks saham ini mencakup 500 perusahaan dan 501 saham biasa (common stock) untuk diperdagangkan di pasar saham.

Baca Juga:   Analisa Teknikal Saham UNILEVER (UNVR) 13 Jan 2017 (Tekanan Trader)

S&P 500 telah ada sejak tahun 1957, dan perusahaan yang menjadi anggotanya terdiri dari berbagai bidang seperti farmasi dan industri kesehatan, keuangan, industri, teknologi informasi, barang konsumsi, energi, fasilitas umum dan industri jasa. Jadi, ada banyak pilihan untuk investor yang memiliki minat dan strategi berbeda dalam berinvestasi saham.

Perusahaan Anggota S&P 500

Keanggotaan indeks saham S&P 500 selalu diperbaharui, namun ada nama-nama perusahaan yang saat ini menjadi nama-nama unggulan dalam daftar tersebut, dan dari kategori yang berbeda. Berikut beberapa nama perusahaan unggulan yang termasuk dalam daftar 500 perusahaan saham unggulan versi Standard & Poor tersebut, sesuai dengan bidangnya:

  • Perusahaan produk dan industri kesehatan: Abbott Laboratories, Aetna Inc, Baxter International Inc, CIGNA Corporation, Johnson & Johnson, Merck & Co, Pfizer Inc, dan sebagainya.
  • Perusahaan bidang keuangan: ACE Limited, Allstate Corp, American Express Co, BB&T Corporation, Equity Residential, Goldman Sachs Group, McGraw Hill Financial, MetLife Inc, Moody’s Corp, Morgan Stanley, Wells Fargo, dan sebagainya.
  • Perusahaan bidang teknologi informasi: Alliance Data Systems, Apple Inc, Autodesk Inc, AT&T, Cisco Systems, Facebook Inc, Google Inc, Intel Corp, Mastercard Inc, Microsoft Corp, Netflix Inc, Symantec Corp, Visa Inc, Xerox Corp, Yahoo Inc dan sebagainya.
  • Perusahaan bidang layanan/jasa: Amazon.com/Inc, Bed Bath & Beyond, Best Buy, CBS Corp, Gap, General Motors, Goodyear Tire & Rubber, Hasbro Inc, Home Depot, Kohl’s Corp, Marriott Int’l, McDonald’s Corp, Starbucks Corp, Urban Outfitters, The Walt Disney Company dan sebagainya.
  • Perusahaan bidang produk konsumsi: Avon Products, Campbell Soup, The Coca Cola Company, Colgate-Palmolive, Estee Lauder, Kellogg Co, Mead Johnson, PepsiCo Inc, Procter & Gamble, dan sebagainya.
  • Perusahaan bidang energi: Baker Hughes Inc, Chevron Corp, Exxon Mobil Corp, General Electric, Halliburton Co, Schlumberger Ltd, dan sebagainya.
  • Perusahaan bidang industri: ADT Corp, Allegion, Boeing Company, Caterpillar Inc, FedEx Corporation, Southwest Airlines dan sebagainya.
  • Perusahaan bidang utilitas: AES Corp, American Electric Power, CMS Energy, Exelon Corp, P G & E Corp, TECO Energy,Wisconsin Energy Corporation dan sebagainya.
Baca Juga:   Analisa Teknikal Saham Bank Capital Indonesia (BACA) 16 Jan 2017 (Tekanan Trader)

Seperti yang terlihat, nama-nama yang selalu menjadi langganan daftar Saham S&P 500 ini semua merupakan nama tenar, tidak hanya di Amerika Serikat namun juga di dunia, dengan produk atau layanan yang menjangkau wilayah pemasaran global. Banyak di antara perusahaan dalam daftar ini yang baru saja ditambahkan atau berubah statusnya karena berbagai sebab. Facebook, misalnya, baru dimasukkan ke dalam daftar S&P 500 pada bulan Desember 2013, dan Motorola diambil alih oleh Google.

Standar Perusahaan yang Masuk S&P 500
Karena merupakan indeks yang menguasai sebagian besar pasar ekuitas Amerika Serikat, seleksi nama-nama perusahaan untuk masuk ke daftar ini tidak sembarangan. Standard & Poor’s telah menetapkan berbagai kriteria bagi suatu perusahaan agar bisa masuk ke dalam daftar S&P 500, dimana kriteria yang dimaksud harus mencakup hal-hal seperti likuiditas, domisili perusahaan, modal yang dimiliki, kondisi kredit dan tentu saja klasifikasi sektor kerjanya. Hal ini juga untuk mempertahankan kepercayaan pemegang modal dan pembeli saham, serta mencegah bencana finansial dalam pasar saham.

Baca Juga:   Analisa Teknikal Saham Bank Capital Indonesia (BACA) 23 Jan 2017 (Tekanan Trader)

Sebagai contoh, sebuah perusahaan baru bisa bergabung dalam daftar S&P 500 jika perusahaan tersebut memiliki modal tetap lebih besar 4 milyar dolar Amerika Serikat, serta volume perdagangan saham minimal 250,000 lembar setiap bulan dalam 6 bulan terakhir sebelum tanggal evaluasi. Persyaratan ini tentu tidak bisa dipenuhi sembarang perusahaan, dan menjadi acuan bagi para investor untuk berinvestasi pada saham-saham perusahaan bermodal besar.

Kesimpulan: S&P 500 sebagai Indeks Saham Paling Populer
S&P 500 merupakan acuan indeks saham yang paling banyak diikuti di Amerika Serikat; selain seleksinya yang ketat dan update yang cukup cepat, indeks ini mencakup semua perusahaan terbesar dan paling populer, tidak hanya di Amerika Serikat namun juga di dunia. Kriterianya yang ketat dan didasarkan pada peringkat dari badan rating investasi membuat 500 perusahaan ini wajib menjadi acuan kala Anda berminat menjadi investor untuk saham dari perusahaan bermodal besar.

S&P 500 juga saat ini direkomendasikan sebagai acuan paling tepat untuk pasar modal dan saham Amerika Serikat, serta penanda bagi kondisi ekonomi dan finansial negara ini secara umum. Hal ini sangat relevan, mengingat bahwa kondisi indeks saham dominan suatu negara merupakan salah satu indikator siklus bisnis paling akurat. Produk-produk indeks ini seperti Dow Jones, S&P Midcap dan S&P Composite 1500 merupakan produk paling populer di pasar saham dunia.

Jadi, jika Anda berminat berinvestasi saham dengan produk dari indeks Amerika, plus berinvestasi pada saham milik perusahaan bermodal besar, S&P 500 dapat dipertimbangkan sebagai pilihan indeks saham.

Artikel Terkait Seputar Saham :

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply