AS Liburan, Dolar Melemah Karena Kemajuan Perundingan AS-China

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) melandai 0.15 persen ke level 96.77 pada awal sesi Eropa hari Senin ini (18/2) di tengah aktivitas pasar yang sepi sehubungan dengan liburnya bank-bank Amerika Serikat. Di tengah absensi data berdampak tinggi, perhatian pelaku pasar kembali berfokus pada perundingan perdagangan AS-China.

Dolar Melemah Karena Kemajuan Perundingan AS-China

Terjadi peningkatan ekspektasi akan tercapainya suatu kesepakatan dagang antara AS-China, setelah kedua negara menyelesaikan dua ronde negosiasi di Beijing pada pekan lalu. Pekan ini, delegasi-delegasi terkait akan melanjutkan perundingan di Washington DC.

Peningkatan ekspektasi itu muncul karena pejabat kedua negara kembali memaparkan optimisme mereka. Harapan pasar akan tercapainya kesepakatan sebelum deadline 1 Maret mendatang, meningkat pesat karenanya. Sejalan dengan itu, bursa saham meroket pada sesi Asia. Indeks Nikkei 225 dan Hang Seng sama-sama meroket 1.5 persen, sementara bursa saham China menanjak lebih jauh.

Harga aset-aset berisiko lainnya ikut reli. Diantaranya harga minyak mentah dan dolar komoditas. Saat berita ditulis, minyak mentah tipe WTI telah naik sekitar 0.10 persen ke kisaran 55.81. Sementara itu, pasangan mata uang AUD/USD meroket 0.25 persen ke level 0.7153, NZD/USD naik 0.12 persen ke level 0.6869, dan USD/CAD anjlok 0.13 persen ke level 1.3237.

Baca Juga:   Macquarie sebagai Best Forecaster Melihat Yen, Aussie Drops : Mata Uang

Dolar AS bertekuk lutut versus mayoritas mata uang mayor, termasuk Euro dan Pounds yang kondisi fundamentalnya kurang ideal. Greenback hanya unggul terhadap Yen, dengan posisi USD/JPY menanjak 0.10 persen ke level 110.56.

Sejumlah event berdampak menengah akan mewarnai kalender forex minggu ini. Secara khusus, investor dan trader akan menyoroti rilis notulen rapat kebijakan moneter Federal Reserve bulan Januari. Pada bulan Januari, Fed memutuskan untuk tak merubah suku bunga dan mengejutkan pasar dengan pernyataan yang lebih dovish dari ekspektasi. Pelaku pasar akan mengamati berbagai pertimbangan lain yang mungkin akan diungkap dalam notulen mendatang.

Selain itu, beberapa pejabat tinggi bank sentral AS juga akan menyampaikan pidato pada forum kebijakan moneter Amerika Serikat beberapa hari ke depan. Diantaranya Presiden Fed New York John Williams, Presiden Fed St Louis James Bullard, Gubernur Fed Randal Quarles, dan Richard Clarida.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply