AS Setuju Pangkas Separuh Tarif Impor China, USD/JPY Memuncak

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) menguat hingga 0.17 persen ke kisaran 96.90 dalam perdagangan hari Jumat ini (13/12), sehubungan dengan peningkatan optimisme untuk tercapainya kesepakatan dagang fase pertama antara AS dan China sebelum deadline 15 Desember 2019. Dolar AS unggul signifikan terhadap Yen Jepang dan Franc Swiss, walaupun melemah terhadap aset-aset berisiko lebih tinggi. Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa, USD/JPY telah menguat sekitar 0.3 persen di kisaran 109.60-an, sementara AUD/USD mendaki 0.14 persen dilevel 0.6918.

AS Setuju Pangkas Separuh Tarif Impor China USD/JPY Memuncak

Pada sesi New York, Gedung Putih dilaporkan bersedia mensuspens sejumlah tarif impor yang sebelumnya direncakan akan diberlakukan bagi produk-produk konsumtif mulai akhir pekan ini. Mereka juga menyatakan kesediaan untuk membatalkan separuh tarif impor yang sudah diberlakukan bagi beragam produk asal China selama beberapa bulan terakhir. Sebagai imbal balik, Beijing akan membeli produk agri AS secara massal hingga mencapai total USD50 Miliar tahun depan.

Berita itu ditanggapi dengan antusiasme tinggi di pasar saham maupun pasar mata uang global. Akan tetapi, pihak Washington maupun Beijing sebenarnya belum menyampaikan pernyataan resmi apapun. Konfirmasi paling tinggi bagi berita itu hanya diperoleh dari cuitan Presiden AS Donald Trump yang mengungkapkan bahwa AS dan China “SANGAT dekat” dengan penandatanganan sebuah kesepakatan dagang “BESAR”.

Baca Juga:   Kurs Rupiah Melemah Setelah BI Tahan Suku Bunga

Absensi konfirmasi resmi itu menumbuhkan kekhawatiran tersendiri bagi sejumlah pelaku pasar. Sumber dari Gedung Putih hanya mengatakan bahwa Trump telah menyetujui prinsip-prinsip kesepakatan tersebut dalam briefing sore waktu setempat. Sedangkan juru bicara Kementrian Perdagangan, Gao Feng, hanya mengatakan bahwa tim negosiasi kedua belah pihak masih terus berkomunikasi.

Belajar dari beberapa pengalaman sebelumnya, paparan mengenai kesiapan untuk menandatangani kesepakatan belum tentu terealisasi. Pasar memang girang menanggapi kabar yang beredar lebih dini, tetapi hal itu justru berpotensi jadi bumerang jika kesepakatan batal terjadi.

Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase, mengatakan, “Apa yang diharapkan orang-orang adalah kesepakatan dagang fase pertama akan terjadi dan tarif (untuk impor produk China) tidak akan naik (pada tanggal 15 Desember). Apabila semua itu tak terwujud, maka akan menjadi negatif bagi pasar dan sedikit negatif bagi GDP global.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply