AS Tunda Tarif Tambahan Untuk China, Dolar Meroket Seketika

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) awalnya bergerak sideways di sekitar level 97.50-an pada awal sesi New York hari ini (13/8), walaupun laju inflasi Amerika Serikat dilaporkan mengalami kenaikan pada bulan Juli 2019. Namun, DXY langsung melesat hingga 0.4 persen ke kisaran 97.75, setelah Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengumumkan ditundanya penerapan tarif impor tambahan untuk sejumlah barang asal China.

AS Tunda Tarif Tambahan Untuk China

Robert Lighthizer mengatakan bahwa penerapan tarif tambahan untuk beragam barang impor dari China seperti ponsel dan laptop akan ditunda hingga tanggal 15 Desember mendatang. Selain itu, tarif tambahan juga batal diberlakukan untuk beberapa kategori produk tertentu yang dianggap krusial.

Katanya, “Beberapa produk China dihapus dari daftar (barang yang dikenai) tarif berdasarkan pertimbangan kesehatan, keamanan, ketahanan nasional, dan faktor lain; tidak akan menghadapi tambahan tarif 10 persen. (Kami) bermaksud melakukan proses penyisihan bagi produk-produk yang akan dikenai tarif tambahan. Produk-produk lain yang tarifnya ditunda adalah konsol video game, mainan tertentu, monitor komputer, dan barang tertentu dari kategori pakaian dan alas kaki. (Kami) akan mempublikasikannya di website hari ini dan di register federal sesegera mungkin mengenai rincian, daftar yang terdampak tarif.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 19/08/2018 - BANK BRI TERIMA PENGHARGAAN INTERNASIONAL

Pengumuman Lighthizer sontak ditanggapi pasar dengan melakukan aksi beli atas aset-aset berisiko. Indeks saham terkemuka Amerika Serikat langsung reli sekitar 2 persen, sementara USD/JPY melonjak 1 persen ke level 106.35, dan AUD/USD melejit lebih dari 0.75 persen hingga tembus level 0.6800.

Di sisi lain, laporan inflasi AS yang dirilis lebih awal justru diabaikan oleh pelaku pasar. Pertumbuhan inflasi tahunan meningkat dari 1.6 persen menjadi 1.8 persen untuk periode Juli 2019. Pencapaian itu melampaui ekspektasi yang dipatok pada 1.7 persen, tetapi masih belum menggapai target 2 persen yang ditentukan oleh bank sentral AS (Federal Reserve). Akibatnya, probabilitas dijalankannya pemangkasan suku bunga susulan oleh Fed tetap tinggi.

Selanjutnya, pelaku pasar akan terus memantau perkembangan kebijakan perdagangan Amerika Serikat, tanggapan Beijing, serta sikap Federal Reserve. Secara khusus, pertemuan tahunan Fed di Jackson Hole pekan ini akan dicermati, karena pelaku pasar akan mengukur seberapa besar probabilitas pemangkasan suku bunga di tengah ketidakpastian kondisi perdagangan internasional saat ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply