AUD dan NZD Dikatrol Optimisme Tiongkok

Bonus Welcome Deposit FBS

Yuan melemah kembali terhadap Dolar AS pada hari Senin ini (15/Oktober), walaupun Gubernur People’s Bank of China (PBoC) Yi Gang mengungkapkan bahwa Tiongkok berada dalam kondisi yang sangat bagus dan bahwa volatilitas Yuan adalah wajar. Namun demikian, pasangan mata uang AUD/USD dan NZD/USD justru menanjak.

Pasangan USD/CNY naik 0.13 persen ke level 6.9270; sementara AUD/USD menguat 0.22 persen ke 0.7125, dan NZD/USD naik dengan besaran yang sama pula ke level 0.6520. Antara satu sama lain, Dolar Australia sedikit lebih unggul dengan AUD/NZD naik 0.04 persen ke 1.0927.

AUD dan NZD Dikatrol Optimisme Tiongkok

Mata uang Yuan yang juga kerap disebut Renminbi, telah merosot lebih dari 9 persen terhadap Dolar AS dalam enam bulan terakhir. Hal ini sejalan dengan outlook ekonomi domestik yang memburuk akibat dampak perang dagang dengan negeri Paman Sam dan pengetatan moneter AS. Namun demikian, Gubernur PBoC Yi Gang menyatakan bahwa volatilitas mata uangnya wajar.

“Mata uang punya mekanisme nilai tukar yang fleksibel, yang sekarang menunjukkan fluktuasi dua arah,” ujar Yi Gang dalam pertemuan IMF dan World Bank di Bali. Lanjutnya lagi, “Untuk setahun penuh, Yuan akan bertahan pada kisaran yang masuk akal terhadap Dolar AS yang sedang terapresiasi.”

Baca Juga:   GBP / USD Memegang Stabil Pada Hawkish Komentar Fed, BoE

Selain itu, Yi menambahkan bahwa fluktuasi Yuan jauh lebih rendah ketimbang mata uang negara-negara berkembang dan “pada dasarnya mirip” dengan negara-negara maju. Ia menegaskan, “Pertumbuhan ekonomi, ketenagakerjaan, inflasi, dan fluktuasi dua arah Yuan berada pada kisaran yang wajar.”

Menyusul pernyataan Yi, AUD/USD dan NZD/USD menanjak, meskipun tak ada jadwal rilis berita penting dari Australia maupun Selandia Baru hari ini. Dalam beberapa hari ke depan, pelaku pasar bisa jadi akan mencari petunjuk tambahan dari data-data ekonomi. Diantaranya Inflasi Konsumen Selandia Baru (Selasa, 04:45 WIB), Notulen Rapat Kebijakan Moneter RBA (Selasa, 07:30 WIB), serta Inflasi Produsen Tiongkok (Selasa, 08:30 WIB).

Australia dan Selandia Baru memiliki hubungan dagang sangat erat dengan Tiongkok. Bahkan, pertumbuhan pesat ekonomi Australia dalam beberapa dekade ini disebut-sebut karena tingginya penyerapan barang ekspor dari Australia di Tiongkok. Oleh karena itu pula, Aussie sering menjadi proxy bagi Yuan di pasar mata uang, dibandingkan Yuan itu sendiri yang nilai tukarnya masih dikendalikan ketat oleh bank sentralnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply