AUD dan NZD Dikejutkan oleh Rencana Stimulus China

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia dan Dolar New Zealand melonjak lebih dari satu persen versus Dolar AS dalam perdagangan hari Kamis ini (1/November), dikarenakan sebuah pengumuman mengenai rencana stimulus fiskal China. Menjelang akhir sesi Eropa, pasangan mata uang AUD/USD telah mencatat kenaikan intraday setinggi 1.46 persen ke level 0.7175, sementara NZD/USD menanjak 1.65 persen ke level 0.6624. Kedua negara antipodean ini merupakan negara asal mata uang mayor yang memiliki keterkaitan ekonomi paling erat dengan China, sehingga pergerakan nilai tukar mata uangnya seringkali terimbas oleh kabar-kabar dari negeri Panda.

Dolar Australia Dikejutkan Oleh Rencana Stimulus China

Jajaran kepemimpinan China mensinyalkan tengah merancang stimulus fiskal tambahan, karena data-data ekonomi yang mengecewakan dalam beberapa waktu belakangan menunjukkan bahwa pendekatan yang saat ini dilakukan tidaklah berfungsi baik. Pernyataan yang dirilis dari sebuah rapat Politburo pada hari Rabu menyebutkan bahwa situasi ekonomi negara mengalami perubahan, tekanan penurunan meningkat, dan pemerintah perlu mengambil langkah tepat untuk mengatasinya.

Sehari sebelumnya, laporan Purchasing Managers Index (PMI) sektor manufaktur dan non-manufaktur menampilkan profil terburuk dalam dua tahun terakhir. Penyebabnya, permintaan atas produk-produk China mengalami penurunan drastis selama bulan Oktober, dikarenakan tarif impor yang dipasang oleh Presiden AS Donald Trump pada barang-barang China yang didatangkan ke AS.

Baca Juga:   Yen Pulih Sedikit Setelah Defisit Perdagangan Sempit Dari Yang Diharapkan

“Selama ini Beijing memang kesulitan menerima pertumbuhan yang lebih lambat. Namun, laju perlambatan saat ini benar-benar di luar Zona Nyaman,” ujar Katrina Ell, seorang ekonom di Moody’s Analytics Sydney, “Dalam beberapa tahun terakhir, tindakan penyeimbangan telah ditujukan (untuk mengatasi) risiko dalam sistem finansial dibandingkan (untuk mengendalikan) stabilitas pertumbuhan ekonomi. Nampaknya, (aspek) terakhir itu kembali diprioritaskan.”

CEO JP Morgan Chase&Co, Jamie Dimon, juga mengungkapkan bahwa eskalasi ketegangan dalam hal perdagangan antara Amerika Serikat dan China telah makin menyerupai sebuah perang dagang, ketimbang sekedar perselisihan saja.

Lebih buruk lagi, Amerika Serikat tengah bersiap mengumumkan penerapan tarif impor atas semua barang yang didatangkan dari China dan belum dikenai tarif sebelumnya. Langkah tersebut akan diambil apabila pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada bulan ini gagal mencapai solusi yang mampu meredakan konflik antara kedua belah pihak.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply