AUD Melemah Akibat Konflik Dagang, Tunggu Data Ketenagakerjaan

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang AUD/USD merosot sekitar 0.5 persen hingga menyentuh level 0.6745 lagi dalam perdagangan hari ini (12/8). Pelemahan Aussie berhubungan dengan kebuntuan dalam negosiasi perdagangan AS-China, serta kekhawatiran pelaku pasar menjelang rilis data ketenagakerjaan Australia dalam beberapa hari ke depan. Spekulasi mengenai pemangkasan suku bunga bank sentral Australia (RBA) juga menjadi sorotan pasar.

AUD Melemah Akibat Konflik Dagang

Akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa pihaknya tak siap untuk mencapai suatu kesepakatan dengan China, meskipun perundingan antara kedua belah pihak akan terus berlanjut. Pernyataan Trump tersebut ditanggapi oleh sebagian pelaku pasar sebagai sinyal bahwa negosiasi dagang AS-China telah buntu. Harapan mengenai perdamaian antara Washington dan Beijing kini bertumpu pada presiden AS baru yang kemungkinan terpilih dalam pemilu 2020 kelak.

Memburuknya sentimen pasar terkait negosiasi AS-China turut menambah suram prospek mata uang-mata uang komoditas seperti AUD/USD, NZD/USD, dan USD/CAD. Secara khusus, AUD/USD ditambah pula oleh beban probabilitas pemangkasan suku bunga yang cukup tinggi dan outlook ekonomi yang melambat. Gubernur RBA Philip Lowe menyatakan pada hari Jumat lalu bahwa pihaknya siap untuk memangkas suku bunga lagi jika inflasi dan ketenagakerjaan gagal memenuhi ekspektasi.

Baca Juga:   Mata Uang Asia Drop Minggu Ini

Pelaku pasar kini tengah memantau jadwal rilis data ketenagakerjaan Australia yang dikhawatirkan bakal meleset pada hari Kamis mendatang. Para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan tingkat pengangguran mencapai 5.2 persen pada bulan Juli, lebih tinggi ketimbang estimasi full-employment 4.5 persen yang dipatok oleh RBA. Jika data aktual benar-benar meleset, maka AUD/USD bisa semakin terpuruk di level terendah 10 tahunnya, atau bahkan merosot hingga kisaran 0.6500.

Data ketenagakerjaan Australia yang lebih buruk juga akan memaksa bank sentralnya (Reserve Bank of Australia/RBA) untuk memangkas suku bunga lagi. Sebagian pelaku pasar telah memperhitungkan kemungkinan ini, karena RBA bisa jadi mengikuti jejak RBNZ yang memotong bunga hingga 50 basis poin pada pekan lalu. Probabilitas pemangkasan suku bunga RBA sebesar 25 basis poin untuk bulan September telah berada pada 50%, sementara pemangkasan susulan pada akhir Oktober sepertinya sudah hampir pasti akan dilakukan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply