AUD Menguat Karena Tiongkok Belum Tanggapi Serangan Teranyar AS

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia berhasil menguat versus Dolar AS pada akhir sesi Eropa hari Selasa ini (18/September), meskipun Presiden Donald Trump baru saja mengumumkan penerapan tarif impor baru atas produk-produk Tiongkok. Aussie yang biasanya menjadi korban di tengah konflik dagang AS-Tiongkok, kali ini dapat sedikit bernapas lega karena Beijing belum memberikan respon jelas terhadap pengumuman Trump.

Segera setelah kabar mengenai pengumuman Trump disebarkan media, AUD/USD merosot. Namun, tak berapa lama kemudian berbalik naik lagi. Bahkan, saat berita ditulis, AUD/USD tercatat naik 0.37 persen ke 0.7202. Pasangan mata uang AUD/NZD juga mencuat 0.20 persen ke 1.0925.

AUD Menguat Karena Tiongkok Belum Tanggapi Serangan Teranyar AS

Pada Senin malam, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mulai menerapkan tarif impor sebesar 10 persen terhadap USD200 Miliar produk Tiongkok yang akan berlaku mulai 24 September mendatang. Trump mengungkapkan, tarif tersebut dijadwalkan akan naik ke 25 persen di akhir tahun; dan mengancam akan memasang bea pada USD267 Miliar produk lagi bila mereka berani membalas dengan tarif impor atas produk AS sebagaimana telah dilakukan sebelumnya.

Baca Juga:   Yen, Aussie Melemah Menjelang Rilis Data Harapan Kebijakan

Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan Tiongkok menyatakan negerinya akan melancarkan aksi balasan, tetapi belum memaparkan balasan seperti apa yang akan dilakukan. Kantor berita Reuters juga melaporkan bahwa wakil perdana menteri Liu telah mengundang sebuah rapat untuk mendiskusikan respon apa yang akan diambil, tetapi sejauh ini arahnya masih menuju pada rekonsiliasi.

Para pengambil kebijakan meyakini bahwa proteksionisme dagang akan melukai perekonomian kedua negara, dan menganggap kerjasama merupakan suatu kompromi yang lebih baik. Hal ini boleh jadi dikarenakan kekhawatiran akan dampak perang dagang yang lebih buruk atas negeri Tirai Bambu. Wakil ketua China Securities Regulatory Commission (CSRC), Fang Xinghai, memperkirakan bahwa apabila Trump menerapkan bea impor atas lebih banyak produk lagi, maka bisa berefek buruk sekitar -0.7 persen bagi GDP Tiongkok.

Sebagai salah satu negara yang bermitra dekat dengan Tiongkok, Australia perlu bersiap-siap menghadapi penurunan ekspor dan pendapatan, apabila GDP Tiongkok benar-benar merosot. Namun, bilamana Beijing setuju untuk bernegosiasi kembali dengan Washington, maka efek konflik ini bagi Aussie akan lebih ringan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply