AUD/USD Jatuh Akibat Parade Data Buruk Dari Australia Dan China

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia tergelincir nyaris 0.2 persen hingga mencapai level terendah 0.6922 terhadap Dolar AS dalam perdagangan sesi Asia (15/5). Posisinya di bursa cross currency juga semakin tertekan akibat serangkaian rilis data ekonomi terbaru dari Australia dan China yang kompak “kebakaran”. Saat berita ditulis, posisi AUD/NZD jatuh ke level terendah sepekan pada 1.0553. Sementara itu, AUD/JPY membatalkan upaya rebound-nya dan jatuh lagi ke bawah ambang 76.00.

AUDUSD Jatuh Akibat Parade Data Buruk Australia Dan China

Biro Statistik Nasional China melaporkan bahwa output industri hanya tumbuh 5.4 persen (Year-on-Year) pada bulan April. Padahal, data ini sempat mencetak pertumbuhan 8.5 persen pada periode sebelumnya dan diprediksi hanya akan turun ke 6.5 persen saja. Pertumbuhan investasi aset tetap di negeri Panda pun hanya meningkat 6.1 persen (Year-on-Year) dalam periode April, bukannya naik dari 6.3 persen menjadi 6.4 persen sesuai ekspektasi pasar.

Angka-angka itu menegaskan kembali pandangan bahwa perekonomian China kemungkinan “lebih menderita” dibandingkan Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik perdagangan kedua negara. Status China sebagai destinasi ekspor komoditi utama Australia membuat AUD terpengaruh oleh outlook ini. Banyak investor dan trader memilih untuk melepas Aussie untuk berpaling kepada mata uang yang lebih aman, seperti Yen.

Baca Juga:   AUD / USD Jatuh Dalam Perdagangan Risk-Off

“Apabila situasi (konflik) perdagangan ini terus memburuk, Aussie/Yen kemungkinan menjadi (pasangan mata uang) cross yang paling ingin kami perhatikan dengan cermat,” kata Bart Wakabayashi dari State Street Bank. Lanjutnya, “Akan sulit untuk memegang posisi long pada Aussie, apalagi kondisi (pasar) minyak seperti sekarang.”

Di sisi lain, dua data ekonomi domestik yang dirilis oleh Australia juga meleset dari ekspektasi. Sentimen Konsumen Westpac selip dari 1.9 persen menjadi 0.6 persen untuk bulan Mei. Lebih krusial lagi, indeks harga gaji hanya tumbuh 0.5 persen (Quarter-over-Quarter) selama kuartal I/2019, sehingga laju tahunannya stagnan pada level 2.3 persen.

Berikutnya, pelaku pasar akan memantau data ketenagakerjaan resmi Australia yang akan dirilis pada hari Kamis. Apabila angkanya juga gagal memenuhi ekspektasi, maka hal itu berpotensi meningkatkan probabilitas pemangkasan suku bunga oleh bank sentral setempat. Dalam situasi seperti itu, Dolar Australia juga tak akan punya daya untuk bangkit kembali.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply