AUD/USD Merosot Pasca Rilis Data Produksi Industri China

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang AUD/USD merosot sekitar 0.48 persen ke kisaran 0.7060 menjelang pembukaan sesi Eropa hari Kamis ini (14/3). Dolar Australia juga melemah sekitar 0.17 persen pada kisaran 1.032 terhadap Dolar New Zealand. Pelemahan Aussie berhubungan dengan data produksi industri China yang tumbuh lebih lambat dibandingkan ekspektasi awal.

AUD/USD Merosot Pasca Rilis Data Produksi Industri China

Menurut Biro Statistik Nasional China, produksi industri hanya tumbuh 5.3 persen (Year-on-Year) pada bulan Februari 2019; meleset dari ekspektasi 5.5 persen dan jauh di bawah capaian pertumbuhan 5.7 persen pada periode Januari 2019. Data ini turut mengonfirmasi kekhawatiran pasar mengenai perlambatan ekonomi di negeri ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.

Dalam sebuah hasil riset terbaru yang dipublikasikan oleh Capital Economics, Dolar Australia dan Dolar New Zealand disebut sebagai dua mata uang yang paling rentan dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi China. China merupakan mitra dagang utama keduanya, sehingga proyeksi penurunan permintaan akan komoditas ekspor Australia dan New Zealand turut memperburuk outlook ekonomi masing-masing negara. Secara khusus, jatuhnya pesanan bijih besi dari China bakal berdampak besar terhadap Australia yang notabene merupakan eksportir bijih besi terbesar di dunia.

Baca Juga:   AUD / USD Bergerak Lebih Rendah Setelah PMI China Suram

“Kami mengekspektasikan kejatuhan lebih besar akan terjadi pada Dolar New Zealand dan Dolar Australia. Hal ini karena eksposur mereka terhadap perekonomian China, yang kami perkirakan akan terus melambat, dan dalam hal Dolar Australia dikarenakan oleh ketergantungannya pada ekspor bijih besi dan batu bara, yang menurut kami akan termasuk dalam jajaran komoditas berkinerja terburuk tahun ini,” papar Capital Economics. Lembaga riset terkemuka ini memperkirakan kalau pelemahan Aussie dan Kiwi akan terus berlanjut sepanjang sisa tahun 2019.

Lanjutnya lagi, “Kesepakatan perdagangan antara China dan Amerika Serikat bisa mendongkrak Dolar New Zealand dan Australia… akan tetapi, kami kira reli lebih lanjut akan berumur pendek dan terus dibayangi oleh perlambatan ekonomi di China.”

Selain Aussie dan Kiwi, mereka juga mensinyalir kalau perlambatan ekonomi China juga bakal menekan sejumlah mata uang lain dalam skala lebih kecil. Diantaranya Dolar Kanada, Ringgit Malaysia, Rupiah Indonesia, Rubel Rusia, dan Dolar Singapura; serta mata uang-mata uang asal negara berbasi ekspor lainnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply