AUD/USD Reli Ke Tertinggi Satu Bulan Setelah Rilis Data Ritel

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang AUD/USD melaju 0.42 persen ke level tertinggi satu bulan di kisaran 0.7215 pada perdagangan sesi Eropa akhir pekan ini (11/1). Penguatan Aussie ditunjang oleh data penjualan ritel yang lebih tinggi dari ekspektasi dan pernyataan pimpinan bank sentral AS yang memupus harapan pasar akan kenaikan suku bunga lanjutan. Namun, Dolar Australia melemah versus Dolar New Zealand, dengan posisi AUD/NZD turun 0.37 persen ke level 1.0556.

AUD/USD Reli Ke Tertinggi Satu Bulan Setelah Rilis Data Ritel

Biro statistik Australia mengumumkan laporan penjualan ritel terbaru yang menunjukkan kenaikan 0.4 persen (Month-over-Month) untuk ketiga kalinya pada bulan November. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0.3 persen yang diperkirakan sebelumnya, dan lebih unggul dibandingkan kenaikan pada periode Oktober.

Terlepas dari itu, investor dan trader masih berhati-hati dalam menyikapi mata uang AUD, sehubungan dengan masih berlangsungnya negosiasi perdagangan AS-China. Sebagai partner dagang utama yang menjadi andalan destinasi ekspor Australia, prospek ekonomi China bisa berimbas cukup besar terhadap nilai tukar AUD.

Negosiasi perdagangan tingkat wakil menteri antara Amerika Serikat dan China berakhir pada hari Rabu, tetapi belum ada kabar apapun mengenai hasil dari perundingan. Pernyataan resmi Kementrian Perdagangan China hanya mengulang kembali bahwa diskusi “sangat luas dan terperinci”, sementara Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin menyatakan bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He “kemungkinan” bakal mengunjungi Washington dalam bulan Januari ini untuk diskusi lanjutan mengenai kesepakatan perdagangan.

Baca Juga:   Yen Pulih Terhadap Dolar Pada Account Saat Ini, Aussie Stabil

Di sisi lain, pernyataan pimpinan bank sentral AS, Jerome Powell pada dini hari tadi menghapus ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan yang melandasi reli Dolar AS sepanjang tahun 2018. Akibatnya, Dolar AS melemah terhadap nyaris semua mata uang mayor dan membuka peluang bagi mata uang-mata uang komoditas untuk menanjak lebih tinggi. Namun, masih diragukan sampai sejauh mana pelemahan Greenback kali ini.

Sebagaimana dikutip oleh Reuters, Sim Moh Siong dari Bank of Singapore, mengatakan, “Pasar sudah nyaris memperhitungkan (sepenuhnya) bahwa Fed takkan menaikkan suku bunga lagi. Agar Dolar lebih lemah, pasar sekarang harus mengekspektasikan pemangkasan suku bunga…(tetapi) saya menilai hal itu takkan terjadi”. Ia menambahkan bahwa mata uang seperti AUD dan NZD kemungkinan menguat lebih tinggi jika tercapai kesepakatan dagang AS-China.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply