AUD/USD Tertekan Karena Proyeksi Perlambatan Ekonomi Australia

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia merosot sekitar 0.2 persen ke kisaran 109.70 terhadap Dolar AS pada awal perdagangan sesi Eropa hari Jumat ini (8/2), setelah bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Aussie juga melorot cukup jauh versus Kiwi, dengan posisi AUD/NZD tergelincir 0.4 persen ke kisaran 1.048.

AUD/USD Tertekan Karena Proyeksi Perlambatan Ekonomi Australia

RBA Monetary Policy Statement yang dirilis tadi pagi mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi untuk periode 12 bulan hingga Juni 2019 kemungkinan hanya tumbuh 2.5 persen. Proyeksi tersebut lebih rendah ketimbang perkiraan pertumbuhan 3.25 persen yang dicantumkan dalam pernyataan kebijakan sebelumnya. Ekspektasi inflasi dalam periode tersebut juga direvisi turun dari 2.0 persen menjadi 1.25 persen.

Meskipun pelaku pasar sebelumnya telah memperkirakan kalau RBA akan memangkas proyeksi ekonominya, tetapi pemangkasan aktual ternyata lebih besar dibandingkan estimasi pasar. Konsekuensinya, Dolar Australia terguling dan para pakar segera mengevaluasi ulang perkiraan suku bunga RBA ke depan.

“(Pemangkasan proyeksi ekonomi Australia) sudah disinyalkan hingga jarak tertentu dalam pidato gubernur yang dovish pada awal pekan, tetapi besarnya (skala pemangkasan) lebih besar dibandingkan apa yang kami pikirkan,” ujar Ben K Jarman, seorang pakar dari JPMorgan. Lanjutnya, “Sulit untuk membaca ini sebagai sesuatu selain dilepaskannya pandangan lama RBA bahwa perekonomian tengah membaik, dan bahwa konsumen bisa menahan hantaman efek (pelemahan) perumahan dan kekayaan.”

Baca Juga:   Penjualan Eceran Inggris Meningkat, Sterling Menguat Terbatas

RBA mengaku terpaksa merevisi turun proyeksi pertumbuhan akibat berbagai problema dari dalam dan luar negeri Australia. Di dalam negeri, RBA secara khusus mengutip berlanjutnya pelemahan belanja konsumen dan kian memburuknya kondisi pasar perumahan.

Alasan RBA tersebut membuat banyak pakar membongkar data-data sektor perumahan, dan menemukan bahwa situasi kemungkinan lebih buruk dari ekspektasi, sehingga RBA bisa jadi akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali dalam tahun 2019 ini. Di sisi lain, kemungkinan terus berlanjutnya kenaikan suku bunga AS yang lebih besar ketimbang suku bunga Australia, bisa mendorong Aussie merosot lebih jauh.

Shane Oliver, seorang ekonom dari AMP Capital, mengatakan, “Jika suku bunga kita telah jatuh ke bawah (suku bunga) di AS, maka itu hanya akan membuat kurang menarik untuk memarkir uang Anda dalam Dolar Australia versus Dolar AS… Dan itu akan menempatkan tekanan lebih besar pada Aussie, menekannya hingga kisaran 60-an (Sen Dolar).”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply