Aussie Berupaya Menguat Pasca Rilis Data Manufaktur China

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia menanjak sekitar 0.30 persen ke kisaran 0.7060 terhadap Dolar AS menjelang pembukaan sesi Eropa hari Senin ini (31/12). Tadi pagi, data Purchasing Managers Index (PMI) sektor Manufaktur China dilaporkan mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. Namun, kabar buruk bagi Aussie dan mata uang berisiko tinggi lain tersebut diimbangi oleh komentar positif Presiden AS Donald Trump mengenai negosiasi perdagangan dengan China.

Aussie Berupaya Naik Pasca Rilis Data Manufaktur China

China Logistics Information Center melaporkan bahwa PMI Manufaktur tergelincir dari 50.0 menjadi 49.4 pada bulan Desember. Padahal, dalam pembacaan indeks PMI, angka aktual di bawah ambang 50.0 mengindikasikan kontraksi (penurunan) di sektor ekonomi yang berkaitan. Dengan demikian, data PMI Manufaktur kali ini menggarisbawahi proyeksi perlambatan ekonomi China serta mengungkapkan betapa buruk imbas konflik dagang dengan AS bagi negeri Tirai Bambu.

Meski begitu, PMI untuk sektor non-manufaktur menanjak dari 53.4 menjadi 53.8 dalam periode yang sama, walaupun sebelumnya diperkirakan bakal menurun ke 53.2. Laporan ini menanggulangi sedikit dampak data PMI Manufaktur pada minat risiko pasar, bersama dengan komentar positif dari Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga:   Outlook Mingguan NZD / USD : 19 - 23 Januari 2015

Pada hari Minggu, Trump mengungkapkan ia telah berdiskusi panjang via telepon dengan Presiden China Xi Jinping, serta menyatakan bahwa diskusi mengenai kesepakatan dagang antara kedua negara berlangsung dengan baik. Sejumlah analis memperkirakan tekanan dari pasar saham yang telah anjlok drastis dalam tahun 2018 akibat penurunan pendapatan korporasi multinasional AS, akan mendorong Trump untuk berdamai dengan China.

Dolar Australia bertindak sebagai proxy China di pasar uang, karena Yuan tidak dapat diperdagangkan secara bebas di luar China daratan. Selain itu, besarnya kontribusi ekspor bahan baku Australia ke China bagi pertumbuhan ekonomi negeri Kanguru, juga berakibat pada pengaruh data-data China bagi AUD.

Sementara itu, dari dalam negeri Australia sendiri, data Private Sector Credit dilaporkan bertumbuh sesuai ekspektasi sebesar 0.3 persen (Month-over-Month) pada bulan November. Housing Credit juga tetap melaju 0.3 persen, sama dengan periode sebelumnya. Data-data ini mengkonfirmasi masih berlanjutnya stagnasi ekonomi Australia yang menghalangi bank sentralnya untuk menaikkan suku bunga.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply