Aussie Dijegal Rilis Notulen Rapat Kebijakan RBA Desember 2019

Afiliasi IB XM Broker

Dolar Australia bersaing dengan Poundsterling untuk menjadi pecundang paling tragis dalam perdagangan hari ini (17/12). Seusai rilis notulen rapat kebijakan bank sentral Australia (RBA), Pasangan mata uang AUD/USD merosot sekitar 1 persen hingga mencetak rekor terendah harian pada 0.6848. AUD/NZD juga tergelincir 0.15 persen ke level 1.0419 karena pelaku pasar kembali mempertimbangkan prospek pemangkasan suku bunga tambahan dan peluncuran program Quantitative Easing (QE) oleh bank sentral.

Aussie Dijegal Rilis Notulen Rapat Kebijakan RBA Desember 2019

Dalam notulen rapat yang diadakan awal bulan ini, para pejabat RBA menilai pertumbuhan ekonomi Australia terus berlanjut dengan “laju moderat” sejak pertengahan tahun 2019. Mereka masih optimis akan kemungkinan pemulihan ekonomi, tetapi sepertinya semakin frustasi terhadap pertumbuhan gaji yang mengecewakan meskipun bank sentral telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini.

Para pengambil kebijakan sepakat pertumbuhan gaji “tidak konsisten” dengan kembalinya inflasi ke kisaran target bank sentral dalam kuartal terakhir. Pertumbuhan gaji juga dianggap tidak seirama dengan kenaikan belanja rumah tangga ke level yang sesuai dengan tren-nya. Namun demikian, RBA masih akan mengevaluasi kembali penurunan outlook inflasi dan ekonomi Australia setelah tahun baru untuk memutuskan langkah apa yang sebaiknya diambil.

Baca Juga:   EUR / USD Tergelincir Ke Posisi Terendah 11 Tahun, ECB Bergerak Masih Berat

Implikasi dari rilis notulen RBA tersebut mengisyaratkan kemungkinan dilakukannya pemangkasan suku bunga lagi pada bulan Februari 2020, terlepas dari apakah perlambatan ekonomi terus berlanjut ataupun tidak. Jaringan perbankan terbesar Australia seperti Westpac, CBA, dan NAB kompak memperkirakan pemangkasan suku bunga Februari tersebut, sembari memeringatkan adanya kemungkinan RBA meluncurkan program QE pada paruh kedua tahun 2020.

“Dilihat dari notulen rapat terakhir mereka, RBA masih memiliki bias pelonggaran moneter,” kata Kit Juckes dari Societe Generale, “Sebagian dari kelemahan AUD bersumber dari RBA, di mana notulen dari rapat terbaru mengarah kepada review kebijakan untuk rapat Februari mendatang, sehingga diskusi tentang ruang lebih luas untuk memangkas suku bunga mendorong nilai tukar Australia merosot tajam.”

John Hardy dari Saxo Bank bahkan menilai AUD/USD sepenuhnya bearish, dan semakin mungkin untuk menurun sampai ke bawah kisaran 0.6825-0.6800. Di sisi lain, Elias Haddad dari CBA melihat level support penting berikutnya terdapat pada 0.6839 (Moving Average-40 day) and 0.6800.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply