Aussie Ditopang Harga Bijih Besi dan Ketenagakerjaan

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia menanjak 0.35 persen ke level 0.7133 versus Dolar AS pada pertengahan sesi New York hari Kamis ini (18/Oktober). Upaya Aussie untuk rebound setelah terpuruk pada hari Rabu, dipicu oleh cemerlangnya data ketenagakerjaan domestik dan sebuah pengumuman mengejutkan dari Tiongkok.

Aussie Berupaya Rebound

Harga Bijih Besi, komoditas ekspor terbesar Australia, melonjak 1.5 persen hari ini, menyusul sebuah pengumuman mengejutkan yang dirilis oleh Kementrian Ekologi dan Lingkungan Tiongkok. Kementrian tersebut menetapkan pemangkasan kapasitas menyeluruh atas sejumlah pengolahan baja mulai November guna menjaga kualitas udara. Walaupun ini artinya akan ada lebih sedikit baja yang diolah oleh pabrik-pabrik tersebut hingga permintaan atas bijih besi kemungkinan menurun dalam beberapa bulan ke depan; tetapi efek sampingnya diperkirakan justru melonjakkan permintaan dan harga bijih besi Australia yang berkualitas lebih tinggi.

“Ini karena bijih besi dengan kualitas lebih tinggi mendorong produktivitas dan mengurangi emisi pada pabrik-pabrik pengolahan baja,” ungkap Vivek Dhar, seorang pakar strategi di Commonwealth Bank of Australia.

Baca Juga:   China Treasury Holdings Climb Untuk Rekam Dalam Data Pemerintah

Sementara itu, data ketenagakerjaan Australia yang dirilis tadi pagi menunjukkan bahwa perekonomian domestik hanya menciptakan 5,600 lapangan kerja baru dalam bulan September, jauh di bawah ekspektasi konsensus yang mengharapkan angka 15,200. Namun demikian, tingkat pengangguran jatuh dari 5.3 persen ke 5.0 persen.

“Gabungan (data ketenagakerjaan) ini lebih positif dengan 20.3k kenaikan ketenagakerjaan penuh waktu versus -14.7k penurunan dalam ketenagakerjaan paruh waktu,” ujar Justin Smirk, ekonom di Westpac, “Namun, kejutan besarnya adalah kejatuhan tingkat pengangguran ke 5.0 persen yang secara historis disebut-sebut sebagai level pengangguran wajar Australia.”

Setelah lebih dari setahun mengalami pertumbuhan kuat secara abnormal, pelonggaran momentum tentu cepat atau lambat akan menghantam angka ketenagakerjaan Australia. Namun, menurut Smirk, berlanjutnya pertambahan ketenagakerjaan penuh waktu sudah lebih dari mengimbangi angka pertumbuhan lapangan kerja yang mengecewakan.

Pelaku pasar selalu menyoroti data-data ketenagakerjaan seperti ini, karena penurunan pengangguran dan peningkatan lowongan baru bisa mendorong kenaikan gaji masyarakat. Kenaikan gaji kemudian dapat mendorong kenaikan inflasi, yang bisa menjadi alasan bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga. Pada gilirannya, kenaikan suku bunga akan menarik perhatian investor internasional dan spekulan jangka pendek untuk masuk, hingga dapat mendorong nilai tukar Dolar Australia.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply