Aussie Makin Terpuruk Karena Melonjaknya Tingkat Pengangguran

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia tumbang lebih dari 0.2 persen ke kisaran 0.6892 versus Dolar AS pada sesi Asia hari ini (16/5), sebagai imbas dari melonjaknya tingkat pengangguran dalam laporan ketenagakerjaan. Saat berita ditulis, Aussie telah beranjak sedikit ke level 0.6913. Namun, posisinya masih dekat level terendah tahun ini, karena digelayuti oleh berbagai masalah fundamental.

Aussie Makin Terpuruk Karena Melonjaknya Tingkat Pengangguran

Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa ketenagakerjaan (Employment Change) bertambah 18.4k dalam bulan April 2019. Prestasi ini lebih tinggi dibandingkan pencapaian 25.7k pada periode sebelumnya, dan nyaris dua kali lipat lebih besar dibandingkan ekspektasi yang dipatok pada 15.2k. Namun, pertambahan itu gagal mengimbangi peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja hingga level 65.8 persen, yang mengindikasikan makin banyaknya jumlah pencari kerja.

Sebagai akibat dari kesenjangan tersebut, tingkat pengangguran melonjak dari 5.1 persen menjadi 5.2 persen, level tertingginya dalam delapan bulan terakhir. Padahal tingkat pengangguran sebelumnya diperkirakan akan turun menjadi 5.0 persen, selaras dengan optimisme para pengambil kebijakan di negeri Kanguru.

Baca Juga:   Dolar Australia Tumbang Setelah NAB Naikkan Suku Bunga

Dalam pernyataan kebijakan moneternya yang terakhir, bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) berdalih kalau pemangkasan suku bunga tak perlu dilakukan karena sektor ketenagakerjaan masih bagus. Selama ketenagakerjaan baik, maka kenaikan gaji dan laju inflasi tinggal menunggu waktu saja. Alasan itu menjadi gugur ketika tingkat pengangguran ternyata justru meningkat pada bulan April lalu.

Kaixin Owyong, seorang ekonom dari National Australia Bank, mengatakan kepada Reuters bahwa data tingkat pengangguran ini telah “meningkatkan risiko RBA akan memangkas suku bunga acuan pada bulan Juni, lebih awal dibandingkan ekspektasi kami sebelumnya (yang menempatkan perkiraan pemangkasan suku bunga) pada Juli.”

Hal ini semakin menekan Aussie dalam reli bearish-nya. Sementara itu, konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan China juga masih membebani Dolar Australia. Eksposur Australia cukup besar di Amerika Serikat maupun China, sehingga peningkatan prospek perlambatan ekonomi keduanya di tengah perang dagang, cukup memberatkan bagi outlook ekonomi Australia. Secara khusus, permintaan atas ekspor komoditi Australia dan harga atas komoditas tersebut dikhawatirkan bakal tumbang jika perekonomian China memburuk.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply