Aussie Mendaki, Didongkrak Oleh Minat Risiko Pasar

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia menguat sekitar 0.25 persen ke kisaran 0.7153 terhadap Dolar AS hingga pertengahan sesi Eropa dalam perdagangan hari Senin ini (18/2). Namun, penguatan Aussie bukan dipicu oleh pemulihan data-data ekonomi domestik, melainkan dikarenakan peningkatan minat risiko pasar yang bertepatan dengan hari libur bank-bank Amerika Serikat.

Dolar Australia Didongkrak Oleh Minat Risiko Pasar

Terjadi peningkatan ekspektasi akan tercapainya suatu kesepakatan dagang antara AS-China, setelah kedua negara menyelesaikan dua ronde negosiasi di Beijing pada pekan lalu. Pekan ini, delegasi-delegasi terkait akan melanjutkan perundingan di Washington DC.

Peningkatan ekspektasi itu muncul lantaran pejabat kedua negara kembali memaparkan optimisme mereka. Harapan pasar akan tercapainya kesepakatan sebelum deadline 1 Maret mendatang, meningkat pesat karenanya. Sejalan dengan itu, bursa saham meroket. Dolar Australia dan mata uang komoditas lainnya pun turut didongkrak oleh nuansa pasar tersebut.

“Dengan kembalinya sentimen risiko, mata uang komoditas unggul bersama Pounds Inggris, sementara ekuitas AS dan Eropa memperoleh kenaikan lumayan,” ujar David de Garis, ekonom di National Australian Bank (NAB), sebagaimana dikutip oleh Business Insider Australia.

Baca Juga:   Dolar AS Defensif Setelah Trump Umumkan Bea Impor Baru Atas Tiongkok

Saat berita ditulis, pasangan mata uang AUD/USD meroket 0.25 persen ke level 0.7153 dalam perdagangan intraday. Pasangan NZD/USD naik 0.12 persen ke level 0.6869, sedangkan USD/CAD anjlok 0.13 persen ke level 1.3237. Namun, pasar akan kekurangan penggerak sepanjang sisa hari ini.

Mayoritas event baru akan dimulai esok hari. Diantaranya rilis notulen rapat kebijakan Federal Reserve bulan Januari pada hari Kamis dan notulen rapat kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) bulan Februari pada hari Selasa. Dalam kedua event tersebut, masing-masing bank sentral telah menyampaikan pesan dovish, dan pelaku pasar bakal menyoroti pertimbangan-pertimbangan apa saja yang mempengaruhi mereka untuk mengukur outlook kebijakan ke depan.

Selain itu, sejumlah data ekonomi akan dipublikasikan dari Australia, termasuk data ketenagakerjaan. Data Employment Change Australia diperkirakan akan menurun dari 21.6k menjadi 15.2k pada bulan Januari, walaupun tingkat pengangguran diestimasikan tetap 5.0 persen. Pidato Gubernur RBA Philip Lowe pada hari Kamis juga akan disoroti, karena memburuknya outlook ekonomi Aussie belakangan ini telah meningkatkan probabilitas pemangkasan suku bunga.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply