Aussie Menguat Meski Data Domestik Australia Mengecewakan

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang AUD/USD meningkat sekitar 0.34 persen ke kisaran 0.7086 pada pertengahan sesi Eropa hari Selasa ini (12/2), lantaran peningkatan minat risiko pasar sehubungan dengan tercapainya solusi sementara bagi masalah anggaran Amerika Serikat dan perundingan perdagangan AS-China. Meski demikian, data-data domestik Australia justru menunjukkan performa yang cenderung mengecewakan.

Aussie Menanjak Meski Data Domestik Australia Mengecewakan

Pada hari Senin malam, parlemen AS menyetujui sebagian anggaran yang diminta oleh Presiden AS Donald Trump guna mendirikan tembok perbatasan AS-Meksiko. Pelaku pasar menilai persetujuan tersebut sebagai sinyal akan terpecahkannya kebuntuan dalam penyusunan anggaran federal Amerika Serikat. Kemungkinan akan terjadinya government shutdown lagi dalam minggu ini pun sirna.

Tak lama kemudian, Kellyanne Conways, salah satu penasehat Gedung Putih, menyampaikan pula dalam wawancara dengan Fox News bahwa Trump bersedia bersua Presiden China Xi Jinping meski belum tercapai kesepakatan dagang kedua negara. Hal ini mendongkrak minat risiko pasar, sehingga Dolar Australia ikut menanjak.

“Pasar mengalami kenaikan minat risiko seketika (yang nampak pada), AUD berkinerja bagus meski data perumahan domestik suram,” ujat Adam Cole dari RBC Capital Markets. Lanjutnya, “Minat risiko positif secara khusus merefleksikan persetujuan sementara tentang keamanan perbatasan AS tadi malam…kabar-kabar yang lebih positif tentang perdagangan AS-China juga membantu (Dolar Australia).”

Baca Juga:   BERITA SAHAM SELASA 27/11/2018 - PSAB BUKUKAN LABA BERSIH US$6,96 JUTA PER SEPTEMBER 2018

Sejumlah laporan dari negeri Kanguru yang dipublikasikan tadi pagi menunjukkan kondisi ekonomi beragam. Indeks Business Confidence versi National Australia Bank (NAB) naik tipis dari 3 menjadi 4 pada Januari 2019. Akan tetapi, Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa data Home Loans melorot 6.1 persen (MoM) sepanjang Desember 2018. Rilisan tersebut serta beberapa data minor lainnya juga diabaikan pelaku pasar.

“Cukup menarik, menyaksikan bagaimana kenaikan tipis pada pertambangan-pertambangan raksasa dan hasil riset Royal Commission (nyaris tak berpengaruh) terhadap AUD, dimana fokus negatif terletak pada bubarnya gelembung pasar perumahan dan RBA mulai menyerah dalam panduan kebijakannya,” ungkap John Hardy, pakar strategi forex di Saxo Bank, merujuk pidato publik terakhir Gubernur RBA. Saat itu, Gubernur RBA mengungkapkan bahwa suku bunga bisa diturunkan jika kondisi perekonomian Australia terus memburuk.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply