Aussie Naik Tipis Setelah PM Turnbull Berhasil Pertahankan Posisi

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia menguat empat hari beruntun terhadap Greenback, seiring dengan memudarnya risiko politik di dalam negeri, meskipun notulen rapat kebijakan bank sentral (Reserve Bank of Australia/RBA) tak menunjukkan perubahan signifikan. Pasangan mata uang AUD/USD naik nyaris 0.10 persen ke kisaran 0.7345 saat ulasan ini ditulis, walaupun AUD/NZD melemah 0.16 persen ke 1.1031.

Dolar Australia Naik Tipis Setelah PM Turnbull Berhasil Pertahankan Posisi

Perdana Menteri Malcom Turnbull berhasil mempertahankan posisinya sebagai pimpinan partai Liberal yang dominan di parlemen Australia, mengalahkan rivalnya Peter Dutton dengan perolehan suara 48 versus 35. Dominasi PM Malcom Turnbull telah digerogoti oleh perseteruan internal partai dan kemerosotan popularitasnya di kalangan warga Australia. Namun demikian, hasil voting hari ini memberikan kepastian bagi pelaku pasar mengenai stabilitas politik dalam jangka pendek.

Sementara itu, publikasi notulen rapat RBA tadi pagi tak memberikan petunjuk baru bagi pelaku pasar. Notulen hanya menegaskan kembali bahwa suku bunga dapat dinaikkan jika pengangguran menurun dan inflasi meningkat sesuai target yang telah ditentukan. Selain itu, notulen mengakui bahwa konflik perdagangan global dan kebijakan Amerika Serikat bisa berisiko bagi outlook perekonomian Australia. Pesan senada telah disampaikan oleh Gubernur RBA Philip Lowe dalam pidatonya di hadapan parlemen; ia menyatakan “suatu saat” suku bunga akan dinaikkan, tetapi tak mengindikasikan kapan hal itu bakal diumumkan.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 01/07/2019 - SINGAPURA TUJUAN UTAMA EKSPOR TIMAH BABEL

Selain kedua faktor tersebut, Dolar Australia juga didukung oleh komentar negatif Presiden AS Donald Trump mengenai kebijakan bank sentralnya sendiri (Federal Reserve). Langkah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebanyak lima kali sejak ia dilantik sebagai presiden AS ke-45, dianggap berlawanan dengan kebijakan ekonominya. Komentar tersebut mengakibatkan pelemahan Dolar AS terhadap mayoritas mata uang mayor, termasuk Euro, Pounds, dan Dolar Australia.

Sejumlah data berdampak menengah bakal dirilis pada hari Rabu (22/Agustus), dan beberapa pejabat tinggi RBA dijadwalkan berpidato pada event-event penting. Namun, dalam beberapa hari ke depan, tak ada jadwal rilis berdampak besar bagi Dolar Australia. Pasar tak mengantisipasi akan ada dorongan lebih lanjut, sehingga ada kemungkinan reli AUD akan kehilangan energi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply