Aussie Tergelincir Akibat Notulen RBA Beropini Dovish

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang AUD/USD terguling hingga lebih dari 0.4 persen ke kisaran 0.6830 dalam perdagangan hari ini (17/9). Investor dan trader melepas Aussie lantaran notulen rapat kebijakan bank sentral-nya bersifat dovish, sementara kondisi ekonomi terancam oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Dolar Australia juga melemah versus Dolar New Zealand, dengan posisi AUD/NZD terkoreksi 0.12 persen di kisaran 1.0807.

Aussie Tergelincir Akibat Notulen RBA Beropini Dovish

Kemarin, Dolar Australia sempat digulingkan oleh kenaikan harga minyak mentah yang terjadi karena meletusnya konflik baru di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak yang amat drastis dikhawatirkan bakal meningkatkan tantangan pertumbuhan ekonomi Australia. Belanja konsumen sudah tertekan karena memburuknya kondisi sektor perumahan belakangan ini, dan akan makin seret jika harus menghadapi peningkatan harga BBM juga.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin berperang dengan Iran yang dituding sebagai pemicu konflik kali ini. Laporan tersebut meringankan ancaman kenaikan harga minyak mentah, tetapi gagal mendongkrak Aussie. Pasalnya, rilis notulen rapat bank sentral Australia (RBA) tadi pagi menunjukkan outlook dovish.

Baca Juga:   Dolar Mendorong Lebih Tinggi Terhadap Yen Menjelang Data AS

Notulen memaparkan bahwa para pejabat RBA tetap siaga untuk memotong suku bunga lagi, jika kondisi ekonomi dan inflasi tetap lesu. Suku bunga yang lebih rendah cenderung menekan nilai tukar mata uang.

“Berita semalam menunjukkan harga perumahan Australia turun 7.4 persen (Year-on-Year), sementara notulen RBA yang buruk mengonfirmasi bias pasar bahwa keputusan untuk tak mengubah suku bunga (dalam rapat awal bulan ini) tidak menghapus (prospek) pemangkasan lebih lanjut. Pasar memperhitungkan sebuah pemangkasan (suku bunga) pada bulan November, dan beberapa orang mempertanyakan apakah perubahan akan dilakukan pada Oktober,” kata Kit Juckes dari Societe Generale.

“Notulen secara umum memiliki pesan dovish. RBA nampaknya lebih khawatir terhadap kondisi global, mencatat perlambatan perdagangan global, investasi, dan pertumbuhan,” ungkap Kim Mundy dari CBA. Lanjutnya, “RBA terus memantau perkembangan ketenagakerjaan. Kemungkinan akan butuh waktu lama hingga pengangguran turun ke 4.5 persen yang diinginkan oleh RBA… CBA Economics memperkirakan RBA akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan November dan Februari.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply