Bank Indonesia Mendadak Pangkas Suku Bunga 25 Basis Poin

Bonus Welcome Deposit FBS

Bank Indonesia mengumumkan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pasca Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari Kamis ini (22/8). Pengumuman ini cukup mengejutkan, karena para ekonom sebelumnya memperkirakan Bank Indonesia bakal menunggu beberapa waktu sebelum memangkas suku bunga lagi. Meskipun demikian, kurs Rupiah tetap menguat tipis. Referensi nilai tukar resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menanjak dari Rp14,259 menjadi Rp14,234, sementara kurs USD/IDR di pasar spot menurun tipis 0.04 persen ke level Rp14,230.

Bank Indonesia Mendadak Pangkas Suku Bunga 25 Basis Poin

Pemangkasan suku bunga Bank Indonesia hari ini merupakan yang kedua beruntun, karena pemangkasan suku bunga sebelumnya terjadi pada bulan Juli. Suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) saat ini telah dibabat hingga berada pada level 5.5 persen. Selain itu, suku bunga untuk deposit facility dipangkas dari 5.0 persen menjadi 4.75 persen, dan lending facility dipangkas dari 6.50 persen menjadi 6.25 persen.

Menurut keterangan Gubernur BI Perry Warjiyo, ada beberapa alasan yang mendasari perubahan kebijakan moneter kali ini. Pertama, rendahnya ekspektasi inflasi. Laju inflasi tahun ini dikhawatirkan akan lebih rendah dari titik tengah target inflasi antara 3.5 plus minus 1%. Kedua, imbal hasil aset keuangan dalam negeri tetap menarik dan kompetitif.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SELASA 23/07/2019 - MENKEU DUKUNG RENCANA PEREKRUTAN REKTOR DARI LUAR NEGERI

Terakhir, Bank Indonesia menilai perlu mengambil langkah pre-emptive guna menanggulangi dampaik perlambatan global dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik. Perry mencatat perlunya mempertimbangkan perlambatan ekonomi Eropa, Jepang, China dan India dalam upaya mempertahankan pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.

Pengumuman Bank Indonesia ditanggapi beragam oleh pelaku pasar, karena investor dan trader juga memantau perkembangan eksternal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir 0.22 persen ke level 6,239.24. Dari sembilan sektor saham, hanya tiga sektor yang mencatat kenaikan. Ketiga sektor saham berprestasi itu adalah sektor Agri, Finance, dan Infrastruktur. Keenam sektor lain mengalami penurunan, dengan sektor Properti dan Tambang mencetak pelemahan terparah hingga lebih dari 1 persen.

Selanjutnya, investor dan trader domestik dan mancanegara bakal memantau pertemuan para pejabat bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, mulai hari Jumat besok. Dalam kesempatan tersebut, pidato pimpinan bank sentral AS, Jerome “Jay” Powell” akan diamati pasar untuk mengetahui pendapatnya mengenai prospek stimulus moneter dan sinyal resesi di Amerika Serikat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply