Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga, Kurs Rupiah Menguat

Bonus Welcome Deposit FBS

Referensi nilai tukar resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate menguat tipis dari Rp14,755 ke Rp14,764 dalam perdagangan hari Kamis ini (15/November), sementara kurs USD/IDR di pasar spot mata uang anjlok 0.85 persen ke Rp14,660. Penguatan ini berhubungan dengan keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga untuk keenam kalinya dalam tahun 2018, yang diumumkan tadi siang.

Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga, Kurs Rupiah Menguat

Dalam sebuah konferensi pers, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa BI menaikkan suku bunga acuan 7-day Reverse Repurchase Rate (7DRRR) sebesar 25 basis poin dari 5.75 persen ke 6.00 persen. Keputusan itu cukup mengejutkan pasar, karena sebelumnya mayoritas analis yang disurvei Reuters memperkirakan BI takkan merubah suku bunga.

Langkah ini kemungkinan diambil oleh BI dalam rangka membendung arus dana keluar (Capital Flight) yang makin kencang melanda negara-negara berkembang tahun ini di tengah berlanjutnya rencana kenaikan suku bunga AS. Selain itu, kenaikan suku bunga juga diharapkan dapat menanggulangi pelemahan kurs Rupiah.

Tak lama setelah BI merilis kebijakan ini, bank sentral Filipina juga menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 4.75 persen. Baik BI maupun bank sentral Filipina sama-sama telah menaikkan suku bunga sebanyak 175 basis poin dalam tahun ini dan menyandang gelar sebagai bank sentral paling hawkish di Asia. Dengan menaikkan suku bunga bulan ini, keduanya bermaksud mengantisipasi rencana kenaikan suku bunga AS yang bakal dilakukan lagi pada bulan Desember mendatang.

Baca Juga:   Dolar Jatuh Pada Data Loyo , Kegelisahan Fiskal AS

Perry Warjiyo mengungkapkan pada media bahwa kebijakan ditujukan untuk menunjang daya tarik aset-aset keuangan Indonesia, serta “untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga global dalam beberapa bulan ke depan”.┬áSelain itu, ia memaparkan bahwa kenaikan suku bunga BI dan berbagai upaya pemerintah untuk membatasi ekspor, bertujuan untuk memangkas defisit Current Account ke level 2.5 persen dari GDP (Gross Domestic Product) pada tahun 2019, setelah defisit tahun ini diperkirakan mencapai 3 persen.

Menyusul kenaikan suku bunga kali ini, sejumlah analis memperkirakan BI bakal mengumumkan beberapa kali kenaikan tambahan tahun depan, karena bank sentral AS juga dijadwalkan melakukan beberapa Rate Hike lagi. OCBC Singapura memproyeksikan BI akan menaikkan suku bunga tiga kali pada tahun 2019, sementara bank investasi ING mengekspektasikan kenaikan minimal setinggi 50 basis poin dalam waktu dekat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply