Bank Indonesia Umumkan Suku Bunga 7DRRR Tetap 6 Persen

Bonus Welcome Deposit FBS

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia hari Kamis ini (17/1) membuahkan hasil sesuai ekspektasi. Para pejabat bank sentral memutuskan untuk membiarkan suku bunga 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR) tetap pada level 6 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5.25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6.75 persen. Keputusan tersebut dianggap sesuai dengan kondisi ekonomi terkini.

Bank Indonesia Umumkan Suku Bunga 7DRRR Tetap 6 Persen

Sebagaimana diungkapkan BI dalam press release-nya tadi siang mengenai penetapan suku bunga, “Keputusan tersebut konsisten dengan upaya menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.”

Sementara itu, outlook ekonomi terkini dianggap sudah mengalami perbaikan. Meski terjadi perlambatan ekonomi dunia, tetapi BI menilai kalau ketidakpastian di pasar keuangan sudah berkurang, salah satunya karena posisi kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Reserve) yang lebih dovish.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi dalam negeri diperkirakan tetap kuat, didukung oleh kokohnya permintaan domestik. Kurs Rupiah sedang terapresiasi, sementara laju inflasi terkendali pada 3.13 persen, sesuai kisaran sasaran 3.5%±1% (year-on-year). Defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal pertama tahun 2019 juga diprediksi bakal menurun, sesuai dengan tren musiman.

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 28/08/2019 - PGN BANGUN 4.000 JARINGAN GAS RUMAH TANGGA DI SIAK

Selain itu, meski Neraca Perdagangan Indonesia untuk periode Desember 2018 mengalami defisit, tetapi aliran masuk modal asing masih berlanjut. Posisi cadangan devisa pun meningkat jadi 120.7 miliar dolar AS pada akhir Desember, atau setara dengan pembiayaan 6.7 bulan impor atau 6.5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Sebelumnya, Bank Indonesia telah berulangkali menaikkan suku bunga acuan sepanjang tahun 2018. Selain dalam rangka menanggulangi masalah pelarian hot money ke luar negeri, juga untuk mengatasi depresiasi nilai tukar rupiah hingga lebih dari Rp15,000 per Dolar AS. Namun, pada awal Januari ini, kurs Rupiah sudah terapresiasi kembali ke kisaran Rp14,000, sehingga kenaikan suku bunga disinyalir tak perlu dilakukan lagi.

Optimisme Bank Indonesia tersebut berkebalikan dengan dinamika kurs Rupiah dan IHSG hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencapai 6,455.78 pada sesi pertama, tetapi merosot hingga 6,415.17 saat berita ditulis pada sesi dua, setelah rilis pengumuman suku bunga BI. Sementara itu, kurs USD/IDR dalam perdagangan spot mata uang juga melonjak 0.53 persen ke level Rp14,190.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply