Bank Sentral Australia Diekspektasikan Tak Ubah Kebijakan Bulan Ini

Bonus Welcome Deposit FBS

Aussie nampak berusaha rebound terhadap Dolar AS pada perdagangan hari Senin (3/September), tetapi masih tertekan pada level terendah 20 bulan di kisaran 0.7204. Dari perspektif fundamental, beberapa faktor yang melatarbelakanginya adalah goyahnya kondisi ekonomi domestik, absensi prospek perubahan kebijakan moneter, serta eskalasi konflik perdagangan global.

Bank Sentral Australia Diekspektasikan Tak Ubah Kebijakan

Menurut media ABC.net.au, mata uang Dolar Australia mulai melemah dari level tinggi pekan lalu, setelah sejumlah bank besar menaikkan suku bunga pinjaman hipotek mereka. Tiga bank yang diketahui menjalankan kebijakan tersebut adalah Westpac, Suncorp, dan Adelaide Bank.

Lebih lanjut, pakar strategi forex senior di NAB, Rodrigo Catril, mengungkapkan, “ada kemungkinan besar kalau tiga bank terbesar Australia lainnya akan mengikuti jejak Westpac dalam mengatrol suku bunga hipotek cepat atau lambat…(dan) sepekan ke depan nampaknya akan menjadi sangat sulit bagi Dolar Australia.”

Padahal, bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) diekspektasikan tak akan merubah suku bunga acuan dalam pengumuman pasca rapat kebijakannya besok pagi. Alih-alih menaikkan suku bunga, RBA diperkirakan mempertahankan Official Cash Rate (OCR) pada level 1.5 persen yang telah diberlakukan selama dua tahun terakhir.

Baca Juga:   GBP / USD Naik 1 Minggu Tertinggi, Dalam Fokus Data AS

Turut memperburuk tekanan atas Dolar Australia, konflik perdagangan yang dikobarkan oleh Amerika Serikat belum menampakkan tanda-tanda mereda. Kanada dan AS mengakhiri upaya renegosiasi NAFTA pekan lalu tanpa kesepakatan signifikan, dan justru Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan komentar panas ke media.

Pada hari Sabtu, Presiden AS Donald Trump mengatakan tak ada perlunya membiarkan Kanada tetap dalam NAFTA dan memperingatkan agar Parlemen tidak ikut campur dalam negosiasi perdagangan tersebut. Jika Parlemen AS tetap campur tangan, Trump mengancam akan membubarkan total pakta trilateral tersebut.

Terlepas dari ketidakpastian ekonomi dan perdagangan pekan ini, para analis menilai Dolar Australia agak bearish. Kurs mata uang tersebut diperkirakan akan terdepresiasi akibat penguatan Dolar AS, kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi global, serta penurunan harga komoditas. Apalagi, selisih suku bunga Australia dan Amerika Serikat kemungkinan melebar dalam beberapa bulan mendatang, karena Federal Reserve diproyeksikan bakal menaikkan suku bunga dua kali lagi dalam tahun ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply